Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 29 Jul 2019

Ulama Muda Pasuruan: Dua Prinsip Khidmah di NU yang Harus Dipegang Kaum Nahdliyyin


Ulama Muda Pasuruan: Dua Prinsip Khidmah di NU yang Harus Dipegang Kaum Nahdliyyin Perbesar

Reporter : Emef

Editor : Titin Sukmawati

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Jika sudah berniat khidmah di Nahdlatul Ulama (NU). Ada dua prinsip yang harus dipegang oleh kaum nahdliyyin, yaitu jangan minta balasan dan jangan mengeluh.

Hal itu di sampaikan oleh ulama muda NU Pasuruan, H. Nailur Rochman pada kegiatan Lailatul Ijtima’ rutin bulanan yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bugul Kidul, Kota Pasuruan di Masjid Al-Ikhlas, Blandongan, Pasuruan.

Menurutnya, Ketika kedua prinsip tersebut diamalkan, inshaAllah tidak akan timbul beban dikemudian hari. Juga tidak kalah penting adalah niat kita pada saat masuk menjadi pengurus NU.

“Saya pribadi mengawali masuk di lembaga ini dengan niat; Kulo mboten mados nopo-nopo, kulo Niat ndandani awak nderek ulama. (Saya tidak ingin mendapat apapun, saya niat memperbaiki diri, mengikuti ulama),” ungkap ulama muda yang akrab disapa Gus Amak tersebut.

Dalam kesempatan tersebut ia juga memaparkan tentang perjuangan ulama-ulama NU dalam menegakkan ajaran ahlussunnah wal jamaah.

“Saat ini banyak orang yang mempertanyakan kenapa harus ikut NU? Coba lihat kembali bagaimana perjuangan ulama NU melalui komite hijaz, lihat kembali Walisongo menjadikan nusantara berpenduduk islam terbesar didunia, Kita bisa seperti sekarang ini karena perjuangan ulama terdahulu,” paparnya.

Gus Amak melanjutkan marilah kita mensyukuri Indonesia sebagai warisan walisongo. Betapa indah ajaran-ajarannya yang secara terus menerus melekat pada ulama ahlussunnah wal jamaah.

“Budaya nusantara seperti mengenal tumpengan, manaqiban, neloni, mitoni, barikan dan lain sebagainya tetap dipertahankan dengan memasukkan unsur Islami,” tambahnya.

Selain itu, di akhir tausiyahnya, Gus Amak berharap seluruh warga NU tetap istiqamah dalam mengikuti perjuangan para ulama NU.

“Karena dengan itu, saya berharap bisa menjadi rantai yang dapat menjaga masyarakat dari segala macam kegaduhan,” tegasnya.

Untuk sekadar diketahui, kegiatan Lailatul Ijtima’ yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas tersebut juga disertai kegiatan santunan yatim dan marbot masjid di lingkungan Ranting NU Blandongan.

Acara ini juga dihadiri ratusan jama’ah; dari warga sekitar, Ranting NU se-kecamatan Bugul Kidul, Jajaran MWCNU Bugul Kidul dan Pengurus Lazisnu Kota Pasuruan.

Tokoh yang terlihat hadir diantaranya Gus Mundzir Thuhri-Wakil Syuriyah PCNU Kota Pasuruan, KH. Nailur Rochman-Wakil Ketua PCNU Kota Pasuruan, Polsek Bugul Kidul, KH. Asyari Mahfudz dan tokoh masyarakat setempat. (emf/tin).

Artikel ini telah dibaca 215 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan