Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Perayaan Yadnya Kasada yang digelar umat Hindu kawasan tengger di Kabupaten Probolinggo, pada tahun ini berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Selasa, (7/7/2020)
Meski di tengah pandemi, umat Hindu tengger dari 4 kabupaten seperti Lumajang, Pasuruan, Probolinggo dan Malang, merasa hikmad dan khusuk melaksanakan Kasada tahun ini.
Gelaran Yadnya Kasada tahun ini, di Pura Luhur Poten Lautan Pasir Bromo, berlangsung lebih sederhana dan tertutup. Tidak ada hiruk pikuk suara knalpot, atau lantunan musik hingar bingar dari pengeras suara.
Upacara keagamaan di Pura Luhur Poten pun, berlangsung tertutup. Hanya warga Suku tengger dari empat Kabupaten di sekitar lereng Bromo saja yang boleh masuk.
Situasi pandemi pelaksanaan Yadnya Kasada kali ini hanya dilakukan internal suku tengger saja, pasalnya untuk wisatawan atau masyarakat luar daerah yang ingin melihat pelaksanaan Kasada untuk sementara tidak diperbolehkan.
Ketua Paruman Dukun Tengger, Sutomo menyebut, jauh sebelum ditetapkan sebagai destinasi wisata internasional, warga Tengger sejatinya sudah biasa dengan perayaan Yadnya Kasada tanpa wisatawan.
“Ini mengingatkan kembali pada masa dahulu, dan Justru pelaksanaan Kasada tahun ini lebih khidmat dan khusyuk memang,” ujar Sutomo.
Meski di tengah pandemi, pelaksanaan Yadnya Kasada tetap digelar dan ritual pelaksanaan tetap dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti pembacaaan mantra di Pura Poten Agung, lautan pasir, kemudian membuang sesaji (tandur Tuwuh) ke kawah Gunung Bromo.
“Dengan perayaan Yadnya Kasada tahun ini, semoga segala macam hal buruk segera hilang. Salah satunya adalah pandemi corona, atau disebut sebagai ‘pagebluk,” tutupnya. (wil/gus).

















