Pasuruan, Kabarpas.com – Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf dan Wakil Wali Kota, Adi Wibowo kembali melakukan dialog interaktif dengan warga. Kali ini yaitu bersama dengan Ketua RW dan RT Se-Kecamatan Gadingrejo.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Kota Pasuruan bersama Dinas Terkait, Camat Gadingrejo, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas di lingkungan Kecamatan Gadingrejo. Acara ini berlangsung di Pendopo kecamatan setempat.
Tujuannya yaitu menyerap aspirasi serta mencari masukan-masukan dari masyarakat tentang permasalahan-permasalahan yang ada di Wilayah Kecamatan Gadingrejo, sehingga dalam dialog tersebut bisa menemukan solusi.
Selain itu juga dalam rangka silatuhrami dan mendekatkan hati dan pikiran untuk menyamakan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan semenjak dilantik tanggal 26 Februari 2021. Tema Dialog kali ini PPKM Mikro lingkup RT dan RW.
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menyampaikan maksud dialog ini untuk mendekatkan pikiran hati untuk percepatan penanganan Covid 19 di Kota Pasuruan.
“Percepatan penanganan pandemi Covid di wilayah Kecamatan Gadingrejo harus kita lakukan dengan bekerja keras dengan semua pihak sehingga diharapkan Kota Pasuruan dalam 3 bulan kedepan berubah menjadi zona hijau dan masyarakat Kota Pasuruan bisa bekerja normal kembali sehingga mendongkrak perekonomian,” kata Gus Ipul.
“Oleh sebab itu kita keliling terus di berbagai tempat bertemu stake holder lain dan semua pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan menyamakan langkah dalam berbagai persoalan,” sambungnya.
Makin hari makin mengerti tantangan dan untuk mengidentifikasi yang baik terkait solusi-solusi keuangan dan kewenangan daerah. Rumus untuk mempercepat kemajuan Kota yakni Pasuruan Kota Madinah (Maju Ekonominya, Indah Kotanya, Harmoni Warganya).
Lebih lanjut dikatakan, tantangan paling nyata yaitu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) karena selama ini investor takut masuk ke Kota Pasuruan belum mengantongi ijin Dinas terkait disebabkan belum ada cantolan hukum.
“Semestinya RTRW setiap 5 tahun harus direvisi/diubah, karena kalau tidak direvisi/diubah bisa menghambat investasi. Oleh sebab itu, semua perlu diselesaikan dan kita optimis punya potensi yang besar. Selain itu, WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI harus kita kejar sehingga dana bantuan dari pusat bisa mengucur/turun ke Kota Pasuruan. Apalagi kita punya orang-orang hebat dan potensi yang perlu dikembangkan kalau ingin Kota Pasuruan cepat maju,” tegasnya.
“Selain itu juga, Madinah menjadi inspirasi merevitalisasi Alun-Alun Kota Pasuruan dengan Masjid Jami’ Al-Anwar, Mall Poncol dan pusat perdagangan di Jalan Niaga/Nusantara. Oleh karena itu Kota Pasuruan harus berubah dan kita mohon dukungan partisipasi bersama-sama untuk bekerja keras dan bergandengan tangan guna menyamakan visi misi untuk memajukan Kota asuruan,” tambahnya.
Seusai pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Wali Kota Pasuruan dengan Ketua RW dan Ketua RT.

















