Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Sejak Rabu (31/01/2018) kemarin, Warga Desa Karangpandan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan digegerkan dengan adanya isu pembongkaran makam almarhum Asmoro, pemuda setempat yang meninggal dunia dua bulan lalu.
Isu tersebut bahkan telah beredar hingga ke tetangga desa, yaitu di Desa Pekangkungan, Gondangwetan. Bahkan, isu tak jelas sumbernya tersebut tersiar hingga ke Desa Tambak, Kecamatan Lekok, kabupaten setempat.
Entah bagaimana mulanya, di masyarakat tiba-tiba beredar isu bahwa salah satu tokoh masyarakat setempat berinisial MFA, dan juga merupakan seorang kiai muda yang diyakini memiliki kemampuan spiritual itu, bermimpi jika sebenarnya Asmoro hanya mati suri, dan mengusulkan untuk membongkar makam almarhum Asmoro.
Asmoro adalah salah satu tenaga pengajar di salah satu madrasah yang ada di wilayah Karangapandan hingga menjelang ahir hayatnya. Kematiannya yang begitu mendadak, juga sempat diisukan akibat ia kelelahan mengerjakan tugas sebagai operator madrasah.
Saat dikonfirmasi Kabarpas.com, M. Lukman, 42, sekdes Karangpandan mengaku bingung dengan beredarnya isu tersebut. Kepada Kabarpas.com ia mengaku resah karena ada kemungkinan masyarakat akan berbondong-bondong memadati pemakaman Desa Karangpandan, karena menurut isu, pembongkaran makam rencananya akan dilakukan pada Jumat,( 02/02/2018), selepas salat Jumat.
“Saya mau melapor ke polsek untuk meminta bantuan pengamanan, sebab keluarganya tidak ada konfirmasi kepada perangkat desa,” tutur lelaki itu via telepon kepada Kabarpas.com, Kamis, (01/02/2018).
Sayangnya, ketika M. Lukman bermaksud mengkonfirmasi langsung kepada MFA yang disebut-sebut sebagai tokoh kunci isu pembongkaran makam tersebut, ternyata nomor telepon selulernya tidak bisa dihubungi. Kendati demikian, hingga berita ini dikabarkan, M. Lukman menegaskan jika rencana pembongkaran makam tersebut hanya isu. “Saya harap masyarakat tidak perlu resah, sebab itu hanya isu belaka,” pungkasnya. (zaq/gus).

















