Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Banjir rob kembali mengenangi puluhan rumah di kawasan pesisir yang ada di Kabupaten Probolinggo. Sabtu( 6/6/2020).
Sejumlah desa yang tergenang banjir akibat air laut pasang ini terjadi di Desa Pondok Kelor, Kecamatan paiton, dan Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Ketinggian banjir rob bervariasi, seperti di Desa Kalibuntu, di kawasan permukiman yang paling dekat dengan pantai yaitu ketinggian air bisa mencapai 50 Cm.
Selain rumah ada sekitar 5 hektar tambak ikan dan garam milik warga yang tergenang banjir rob kali ini.
Tidak ada korban jiwa dan warga terdampak mengungsi dalam kejadian ini, karena air biasanya akan surut selang waktu 3 hingga 5 jam kemudian.
Meski selang 3 atau 5 jam air surut, banjir rob ini biasanya akan belangsung selama 3 hari, dan diprediksi warga banjir terbesar akan terjadi pada Minggu (7/6/2020) besok.
Banjir rutin ini dirasakan warga terjadi setiap bulan, saat tanggal 15 bulan jawa atau bertepatan dengan bulan purnama.
Di momen tersebut, air laut di perairan Probolinggo mengalami pasang, dan kemudian meluber ke permukiman warga melalui tanggul pembatas pantai yang jebol.
“Untuk menahan air agar tidak masuk ke dalam rumah, warga biasanya membuat tanggul dari pohon pisang yang dipasang di pintu rumah,” ujar Salu, salah satu warga terdampak banjir rob.
“Sebenarnya tidak apa – apa, tapi mengganggu, hendak keluar rumah malas karena banjir, dan kalau surut harus bersih-bersih rumah sebab rumah kotor,” tambahnya.
Kini warga setempat hanya bisa bertahan di teras rumahnya masing-masing, guna memantau perabotan miliknya agar tidak terendam banjir, dan kalau air sudah surut barulah mereka bersih – bersih. (wil/gus).

















