Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo menyambut gembira kedatangan tetangganya bernama Sukandar(60), yang baru saja pulang dari karantina covid – 19.
Sambutan meriah kedatangan Sukandar ini dilakukan dengan beragam cara, seperti pemberian bunga, menyalakan petasan, dan iringan sound sistem. Hal ini sempat bikin heboh media sosial.
Abdul Rosid, putra menantu Sukandar ketika dikonfirmasi di rumahnya, membenarkan sambutan meriah itu terjadi, dan sambutan meriah tersebut spontanitas dari tetangganya untuk menyambut kedatangan ayahnya setelah menjalani karantina covid – 19 di Pajarakan.
Rosid menambahkan, ayahnya yang berprofesi sebagai pedagang ayam di pasar Patalan diketahui reaktif setelah menjalani Rapid Tes di Pasar. Dan sesuai protokoler yang berlaku, ayahnya pun harus menjalani masa karantina .
Hasil Swab sebanyak dua kali hasilnya negatif dan masa karantinanya selama 12 hari. Sehingga ayahnya kemudian diperbolehkan pulang.
“Status ayah saya Orang dalam Pemantauan (ODP) bukan posiitif terpapar virus corona , namun dampaknya luar biasa, baik dari segi sosial dan ekonomi,” ujar Rosid kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.
“Setelah ayah saya reaktif, 4 saudara saya juga ikut di karantina, namun hasilnya semua negatif, dan kini sudah boleh pulang ke rumahnya masing – masing,” tambahnya.
Dampak dari tersiar kabar kalau ayahnya Reaktif Rapid test itu santer tersiar pada 5 hari sebelum lebaran. Tak ayal masyarakat menjauhi dan tidak itu saja omset penjualan ayam di pasar pun juga menjadi turun drastis.
“Saya memposting video tersebut hanya ingin menyadarkan kepada masyarakat, hendaknya jangan terlalu cepat memvonis, apalagi menjauhi dan mengucilkan tentang penderita virus corona ini,” tegas Rosid.
Menurutnya, yang berstatus ODP saja sudah berdampak, apalagi mereka yang jelas-jelas positif terpapar virus corona di mata masyarakat di sekitarnya.
“Selagi kita menjalankan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, menjaga imun dan imam. Sehingga masyarakat tidak serta merta tertular virus ini,” tutupnya. (wil/gus).

















