Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 9 Jun 2020

Warga Probolinggo Sambut Meriah Kedatangan Tetangganya yang Baru Pulang dari Karantina


Warga Probolinggo Sambut Meriah Kedatangan Tetangganya yang Baru Pulang dari Karantina Perbesar

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo menyambut gembira kedatangan tetangganya bernama Sukandar(60), yang baru saja pulang dari karantina covid – 19.

Sambutan meriah kedatangan Sukandar ini dilakukan dengan beragam cara, seperti pemberian bunga, menyalakan petasan, dan iringan sound sistem. Hal ini sempat bikin heboh media sosial.

Abdul Rosid, putra menantu Sukandar ketika dikonfirmasi di rumahnya, membenarkan sambutan meriah itu terjadi, dan sambutan meriah tersebut spontanitas dari tetangganya untuk menyambut kedatangan ayahnya setelah menjalani karantina covid – 19 di Pajarakan.

Rosid menambahkan, ayahnya yang berprofesi sebagai pedagang ayam di pasar Patalan diketahui reaktif setelah menjalani Rapid Tes di Pasar. Dan sesuai protokoler yang berlaku, ayahnya pun harus menjalani masa karantina .

Hasil Swab sebanyak dua kali hasilnya negatif dan masa karantinanya selama 12 hari. Sehingga ayahnya kemudian diperbolehkan pulang.

“Status ayah saya Orang dalam Pemantauan (ODP) bukan posiitif terpapar virus corona , namun dampaknya luar biasa, baik dari segi sosial dan ekonomi,” ujar Rosid kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo.

“Setelah ayah saya reaktif, 4 saudara saya juga ikut di karantina, namun hasilnya semua negatif, dan kini sudah boleh pulang ke rumahnya masing – masing,” tambahnya.

Dampak dari tersiar kabar kalau ayahnya Reaktif Rapid test itu santer tersiar pada 5 hari sebelum lebaran. Tak ayal masyarakat menjauhi dan tidak itu saja omset penjualan ayam di pasar pun juga menjadi turun drastis.

“Saya memposting video tersebut hanya ingin menyadarkan kepada masyarakat, hendaknya jangan terlalu cepat memvonis, apalagi menjauhi dan mengucilkan tentang penderita virus corona ini,” tegas Rosid.

Menurutnya, yang berstatus ODP saja sudah berdampak, apalagi mereka yang jelas-jelas positif terpapar virus corona di mata masyarakat di sekitarnya.

“Selagi kita menjalankan protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, menjaga imun dan imam. Sehingga masyarakat tidak serta merta tertular virus ini,” tutupnya. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Jembatan Kaca Bromo Siap Beroperasi, Target Buka Saat Libur Sekolah

13 Juni 2026 - 08:48

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Kawal Verval Usulan Bantuan Hibah PP PAUD hingga Tuntas

11 Juni 2026 - 15:20

Pemkab Probolinggo dan INOVASI Cetak Fasilitator Parenting untuk Perkuat Peran Keluarga

7 Juni 2026 - 18:48

Pemkab Probolinggo dan Pemkot Malang Perkuat Distribusi Bawang Merah dan UMKM

5 Juni 2026 - 11:00

Kelurahan Kraksaan Wetan Salurkan PMT Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil KEK

4 Juni 2026 - 21:20

Lewat DBHCHT 2026, Disnaker Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Kejuruan Batik

2 Juni 2026 - 21:28

Trending di Kabar Probolinggo