Reporter : Muhaimin
Editor : Yanuar Fahmi
Sidoarjo, Kabarpas.com – Kurang tiga hari lagi penerapan PSBB di Sidoarjo akan berakhir, artinya sudah 11 hari PSBB berjalan, namun tidak ada hasil yang signifikan. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya jumlah pasien yang positif terinfeksi Covid-19 yang jumlahnya mencapai 152 orang per-tanggal 7 kemarin.
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sidoarjo mencatat masih tingginya pelanggaran jam malam yang dilakukan warga Sidoarjo selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berpotensi menjadi Penyebaran Covid-19 di Sidoarjo.
Sebelumnya, dikutip dari beberapa media, dalam rapat sepakan evaluasi PSBB di Sidoarjo. Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Plt Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifudin mengatakan, PSBB di Sidoarjo belum menunjukkan hasil yang signifikan. Penyebabnya kesadaran masyarakat masih kurang. Bahkan jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus naik.
“Kita akan terus evaluasi, karena tingkat pelanggaran masih tinggi terutama jam malam. Sanksi administrasi bagi yang melanggar sudah dilakukan, tapi untuk pelanggar pribadi sanksi akan disiapkan kepolisian,” ucapnya.
Banyaknya laporan warga terdampak ekonomi, yang mempertanyakan Jaring pengaman sosial (social safety net) atau bantuan sosial untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Sidoarjo Jawa Timur, hingga hari ini belum sepenuhnya sampai kepada yang berhak.
Padahal, pemerintah Kabupaten Sidoarjo sudah menyiapkan lebih dari Rp114,3 miliar untuk penanganan Covid-19. Selain pembagian paket sembako yang tidak tepat sasaran, pembagian Jutaan Masker senilai 1,5 miliar yang di pesankan melalui Pemberdayaan UMKM dari beberapa daerah di Sidoarjo tengah di nantikan oleh Masyarakat Sidoarjo.
Edi Santoso (57) salah satu warga terdampak Covid-19 asal Tanggulangin Sidoarjo ini mengatakan, Ketegasan pemerintah dalam kondisi perekonomian yang sulit sangat dibutuhkan agar masyarakat kelas ekonomi bawah tidak kebingungan dalam masa penerapan PSBB, selain aturan pelanggar di pertegas.
“Kami juga menuntut Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menepati janji dan tanggap dalam apa yang di keluhkan masyarakat. Karena masyarakat saat ini masih tetap menanti turunnya bantuan baik itu pembagian jutaan masker dan paket sembako. Semoga janji bantuan ini juga bisa segera direalisasikan,” tegas Edi Santoso, Jumat, (08/05/2020). (mhm/yan).

















