Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 14 Feb 2021

Waspada, Cluster Penularan Virus Korona Tertinggi Berasal dari Keluarga


Waspada, Cluster Penularan Virus Korona  Tertinggi Berasal dari Keluarga Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan mencatat, hingga saat ini, cluster penularan virus corona tertinggi berasal dari keluarga.

Sebagaimana dilansir dari situs resmi Pemkab Pasuruan (pasuruankab.go.id), sampai dengan Sabtu (13/02/2021), jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang terpapar Covid-19 dari klaster keluarga mencapai 730 orang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Dr Ani Latifah mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari ibu rumah tangga, kepala keluarga, anak-anak dan lansia (lanjut usia) yang telah terpapar. Sedangkan di urutan kedua adalah dari klaster perusahaan sebanyak 543 orang, dari klaster SDM (sumber daya manusia) kesehatan sebanyak 197 orang, klaster perkantoran sebanyak 105 orang, dan sisanya adalah warga Kabupaten Pasuruan dari beragam profesi.

“Paling banyak dari klaster keluarga. Kebanyakan ibu rumah tangga, kemudian kepala keluarga atau bapak, anak-anak dan lansia,” kata Ani  saat dihubungi via telepon, Sabtu (13/02/2021) sore.

Menurut Ani, yang harus diwaspadai adalah penyebaran di internal keluarga, sebab pasien positif dengan kategori OTG (orang tanpa gejala) justru sangat rentan terjadi penyebaran ataupun menjadi pembawa virus corona itu sendiri.

Apabila sudah terjadi seperti itu, maka akan menjadi sangat bahaya, apalagi tidak melakukan isolasi mandiri secara baik di rumah. Karena tanpa gejala, mereka bebas beraktifitas dengan warga lainnya.

“Yang sangat berbahaya itu dilingkungan keluarga. Kalau ada salah satu anggota keluarga yang terinfeksi virus Covid-19 dan tanpa gejala, hal itu yang menjadi bibit penyebaran bagi yang lain. Makanya klaster keluarga itu yang harus kita antisipasi bersama,” terangnya.

Sementara itu, dengan fenomena keluarga sebagai cluster penyebaran Covid-19 tertinggi, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menegaskan bahwa Pemkab Pasuruan telah mengeluarkan kebijakan, dimana ASN (aparatur sipil negara) yang sakit, mereka boleh bekerja dari rumah dan jika ada gejala seperti Covid-19 dipersilahkan segera memeriksakan diri kondisi kesehatannya. Kebijakan tersebut sudah diberlakukan sejak Pandemi Covid-19 di tribulan pertama tahun lalu.

“Bagi ASN yang sakit kami izinkan bekerja dari rumah. Ini bagian dari upaya kami untuk mencegah penyebaran virus tersebut,” singkatnya.

Hanya saja, lantaran masih tingginya angka penularan Covid-19 hingga saat ini, maka Pemkab Pasuruan akan mengevaluasi terkait dengan pelaksanaan isolasi mandiri di rumah. Apalagi, masih terdapat banyak kasus yang terjadi akibat kontak erat dari keluarga yang terkonfirmasi Covid-19.

“Protokol kesehatan harus dijalankan mulai dari keluarga. Jaga jarak kalau ada yang sakit dengan gejala mirip Covid-19 dan pakai masker, sering cuci tangan. Kalau keluar rumah wajib pakai masker. Dan jaga jarak apabila bersosialisasi dengan tetangga,” terangnya.

Lebih lanjut, Peran Satgas di setiap RT juga harus betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Dalam artian selalu mengutamakan koordinasi dan kerja sama dalam menjaga warganya masing-masing.

“Di setiap RT dan RW sekarang harus ada Satgas  untuk membantu dalam hal informasi apabila ada warga yang butuh bantuan terkait Covid-19. Diminimalisir sedemikian rupa agar setiap warga juga menjadi tangguh dalam menghadapi Pandemi yang hingga kini belum juga selesai,” tutup Irsyad.

Seperti diketahui, sampai dengan berita ini ditulis, jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang telah terpapar Covid-19 mencapai 2939 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2565 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 211 orang meninggal dunia. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Launching Car Free Day, Pemkot Pasuruan Ajak Warga Hidup Sehat dan Gerakkan Ekonomi

5 Juli 2026 - 22:57

Wali Kota Pasuruan Pastikan Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Progres Pembangunan Sudah 87 Persen

4 Juli 2026 - 14:39

Bunda Ani Firdaus Ajak Generasi Muda Jadi Penerus Pelestari Batik Kota Pasuruan

4 Juli 2026 - 14:24

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Trending di Berita Pasuruan