Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Probolinggo (Kabarpas.com) – Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendapatkan alokasi bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) Program Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera) Provinsi Jawa Timur sebanyak 1.090 orang.
Para penerima ini tersebar di 48 desa di 13 kecamatan. Yakni, Kecamatan Besuk, Krejengan, Kuripan, Krucil, Pakuniran, Paiton, Lumbang, Tongas, Dringu, Gading, Gending, Tegalsiwalan dan Leces.
Kamis (31/8/2017), bantuan RTSM Program Jalin Matra ini diberikan kepada 107 orang warga Desa Karangren Kecamatan Krejengan. Bantuan yang diterima sesuai dengan permintaan masing-masing orang. Terdiri dari 43 orang bantuan domba, 7 orang bantuan kambing, 3 orang bantuan itik, 1 orang bantuan alat pertanian, 1 orang bantuan mesin obras, 2 orang bantuan mesin jahit dan 50 orang bantuan sembako.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tertinggal Sugeng Romadon mengatakan program bantuan RTSM Program Jalin Matra ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melalui pemberian bantuan usaha produktif.
“Kami berharap nantinya pelaksanaan program Jalin Matra betul-betul sesuai cita-cita pemerintah bisa meningkatkan derajat hidupnya dan mengurangi angka kemiskinan. Memang dengan bantuan ini tidak langsung bisa kaya, tetapi setidaknya ada proses agar masyarakat berdaya dan termotivasi keluar dari kemiskinan,” katanya.
Sementara Pj Kepala Desa Karangren Moeh Gusaeri menyampaikan jenis bantuan RTSM yang diberikan sesuai dengan usulan awal masing-masing masyarakat, sehingga begitu usulan sudah dikirimkan maka bantuan tidak bisa dirubah lagi. Dengan kata lain, bantuan yang diberikan tidak sama tergantung permintaan yang disampaikan pada waktu awal pengusulan.
“Bantuan ini sangat membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya melalui usaha produktif. Harapan saya kepada masyarakat agar bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk modal usaha. Dimana penghasilan yang didapat bisa digunakan untuk mencukupi biaya hidupnya,” ungkapnya.
Salah satu penerima, Siti Romlah, 70 th asal Dusun Sukun mengaku sangat senang dan bahagia atas bantuan yang sudah diberikan oleh pemerintah. Apalagi selama ini dia hidup sebatangkara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dari hasil jualan pracangan kecil-kecilan.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dengan bantuan ini. Kebetulan sekarang sudah hidup sendirian. Dulu saya kumpul sama Pak Kampung Sugi. Setelah meninggal dunia, salah hidup sendiri lagi,” ujar perempuan yang mengalami cacat bawaan ini. (zid/gus).

















