Reporter: Lintang
Editor: Agus Hariyanto
_______________________________________________________________________
Bangil (Kabarpas.com) – Kecelakaan maut antara Bus Pariwisata dengan mobil Pikap di Jalan Raya Ngerong, Gempol, yang mengakibatkan tiga orang tewas dan 5 lainnya mengalami luka-luka. Diduga karena kelalaian dari sopir pikap yang kurang berhati-hati saat di jalan raya.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga sopir pikap lalai saat hendak mendahului kendaraan di depannya. Yakni, dengan berganti dari jalur lambat ke jalur cepat tanpa melihat kendaraan di belakangnya,” kata Kasatlantas Polres Pasuruan AKP Mellysa Amalia kepada Kabarpas.com, Rabu, (22/02/2017).
Selain itu, Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 ini mengatakan, pihaknya akan menindak tegas sopir pikap. Pasalnya, kendaraan pikap ini disalahgunakan untuk mengangkut tape dan sejumlah orang penjual tape.
“Kami akan tindak tegas sopir pikap. Sebab dia sudah melanggar aturan, yaitu memanfaatkan pikap untuk mengangkut orang padahal fungsinya mengangkut barang. Selebihnya, kami akan minta keterangan lebih lanjut,” tegasnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, sebuah pikap yang mengangkut penjual tape disasak bus Pariwisata. Akibatnya, 3 orang tewas dan 5 lainnya mengalami luka-luka. Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, kecelakaan maut ini terjadi di Jalan Raya Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (22/02/2017) dini hari. (lin/gus).

















