Jember, Kabarpas.com – Sebanyak 380.195 keluarga di Jember mulai menerima bantuan pangan berupa beras. Total sekitar 11.400 ton beras disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penerima selama tiga bulan, Juli hingga September 2026.
Penyaluran perdana bantuan tersebut dimulai di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, kemudian di Kelurahan Slawu pada, Rabu (19/8/2026). Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) langsung mendapat 30 kilogram beras sekaligus, atau jatah 10 kilogram untuk setiap bulan.
Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng Perum Bulog dan Kodim 0824/Jember dalam penyaluran bantuan pangan tersebut. Pada tahap perdana, sebanyak 6 ton beras dibagikan kepada masyarakat.
Kepala Bulog Subdivre Jember Muhammad Ade Saputra menjelaskan, bantuan pangan merupakan program pemerintah yang diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat.
Menurut Ade, bantuan untuk tiga bulan disalurkan sekaligus sehingga setiap KPM menerima 30 kilogram beras. Program tersebut juga diharapkan membantu menjaga kecukupan pangan dan gizi keluarga penerima.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman mengatakan penerima bantuan berasal dari masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4.
Helmi berharap bantuan tersebut dapat meringankan pengeluaran masyarakat, menjaga daya beli, sekaligus membantu menekan laju inflasi di Kabupaten Jember.
Ia menambahkan, beras yang dibagikan merupakan hasil produksi petani Jember. Beras tersebut berasal dari gabah petani yang diserap melalui kolaborasi Bulog dan Kodim 0824/Jember.
Dengan demikian, hasil produksi petani Jember kembali disalurkan kepada masyarakat Jember. Helmi menilai beras lokal tersebut juga lebih segar karena berasal dari produksi daerah.
Selain beras, rumah KPM penerima bantuan nantinya akan ditempeli stiker sebagai penanda. Stiker tersebut diharapkan menjadi alat kontrol sosial agar masyarakat dapat ikut memantau kelayakan penerima bantuan.
Penyaluran bantuan pangan ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, serta membantu pengendalian inflasi melalui pemanfaatan produksi pangan lokal. (dan/ian).

















