Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 29 Jan 2021

6 Orang Ditunda untuk Divaksin Sinovac, Ini Alasanya…..


6 Orang Ditunda untuk Divaksin Sinovac, Ini Alasanya….. Perbesar

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

Probolinggo, kabarpas.com – Ratusan tenaga kesehatan (nakes) di Kota Probolinggo, sudah menjalani vaksin Covid-19. Pelaksanaan vaksin sinovac ini dilakukan di Puskesmas dan Pustu (Puskesmas Pembantu) di kota ini. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan P2KB, dr NH Hidayati mengatakan, pelaksanaan vaksin selama 2 hari, sasaran vaksin sebanyak 196 orang (Rabu) dan 280 orang  (Kamis).  Pada hari pertama  yang sudah divaksin 169 orang, 6 orang ditunda dan sisanya dibatalkan karena beberapa alasan seperti memiliki komorbid, punya riwayat penyakit lain dan merupakan penyintas (sudah terpapar Covid-19) , untuk hari Kamis semua sudah tervaksin.

“Yang 6 orang  ditunda dan sisanya dibatalkan karena ada yang memiliki kormobid, dan ada juga yang penyintas Covid 19,” ujar dr Ida (sapaan akrab dr NH Hidayati.

Tempat pelaksanaan Vaksin tambah Ida, ada di 17 fasilitas kesehatan tapi belum semua siap. Yang sudah melaksanakan antara lain enam puskesmas, puskesmas pembantu (pustu) Mayangan, RS Siti Aisiyah, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kimia Farma, Klinik Polres Probolinggo Kota dan DKT (Dinas Kesehatan Tentara), dan dilakukan pada Hari Rabu dan Kamis.

Prosedur pelaksanaan vaksinasi adalah pendaftaran melalui aplikasi. Kemudian screening lalu penyuntikan dan dilanjut observasi selama 30 menit.

“30 menit digunakan untuk observasi apa ada efek samping atau tidak. Tadi malam (Rabu) ada efek tidak begitu berarti, seperti pegal di tempat suntikan, meriang, pusing. Lebih banyak tidak bergejala,” ujarnya .

Ida mengimbau, meski mereka sudah vaksin tetap melaksanakan protokol kesehatan 4M seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan. “Meski sudah divaksin tetap disiplin melaksanakan 4 M,” imbuhnya.

Sementara itu, dr Ike Yuliana yang sudah mendapatkan vaksin menceritakan selama observasi ia dipantau adakah gejala pusing, mual atau anafilaktik (syok). Pemberian vaksin seperti pemberian vaksin biasanya dan tidak  sakit .

“Ada beberapa teman yang cemas, ketakutan tapi setelah suntik ya biasa aja. Tidak  sesakit   yang terbayangkan sebelumnya,” ucap Ike.

Ia menambahkan, setelah divaksin protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan, karena protokol kesehatan dan vaksin punya peran berbeda, kalau prokes mencegah virus masuk minimal mengurangi jumlah virus yang masuk. Sedangkan vaksin memperkuat sistem imun manusia secara spesifik.

“Vaksin adalah salah satu usaha memperkuat sistem imun. Kita semua harus mendukung program vaksin supaya bisa tercapai herd immunity untuk bisa mencapai pencegahan,” tutupnya. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Rutan Kraksaan Gandeng TNI-Polri Razia Blok Wanita Bebas Narkoba

11 Mei 2026 - 07:50

Groundbreaking Hotel Azana Style Probolinggo, Dorong Pertumbuhan Investasi dan Sektor Pariwisata

11 Mei 2026 - 07:41

Perbaikan Jalur Longsor Tiris Direncanakan Awal 2027, Tokoh Masyarakat Swadaya Bangun Jalur Alternatif

9 Mei 2026 - 20:24

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

7 Mei 2026 - 13:18

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

7 Mei 2026 - 13:14

SPPG Pondokkelor 2 Gelar Baksos Door to Door Bagi Warga Kurang Mampu

3 Mei 2026 - 16:02

Trending di Kabar Probolinggo