Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 12 Feb 2026

Jelang Ramadan, TPID Kabupaten Pasuruan Siaga Kendalikan Harga


Jelang Ramadan, TPID Kabupaten Pasuruan Siaga Kendalikan Harga Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten Pasuruan tak ingin kecolongan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok sudah disiapkan sejak dini. Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Auditorium Mpu Sindok.

Forum tersebut menjadi langkah awal penguatan strategi pengendalian inflasi jelang hari besar keagamaan. Seluruh pemangku kepentingan dikumpulkan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga.

Rusdi menegaskan, TPID tak boleh bekerja normatif. Ia meminta langkah konkret dan responsif di lapangan. Menurutnya, pengendalian inflasi harus dimulai dari hulu hingga hilir. Mulai peningkatan produktivitas, kelancaran distribusi, hingga penguatan daya beli masyarakat.

“Pasokan harus aman, baik antarwaktu maupun antarwilayah. Produktivitas ditingkatkan, akses pembiayaan diperluas, termasuk untuk mendukung program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan suplai pangan stabil,” tegas Rusdi.

Distribusi menjadi perhatian serius. Ia mengingatkan agar tidak terjadi disparitas ketersediaan komoditas antarwilayah. Pemkab akan memfasilitasi kelancaran logistik agar tidak ada daerah yang surplus berlebihan sementara wilayah lain mengalami kekurangan.

Selain itu, komunikasi publik diminta diperkuat. Pemerintah ingin mengelola ekspektasi masyarakat agar tidak terjadi aksi borong atau panic buying yang berpotensi mendongkrak harga.

“Informasi harus tersampaikan dengan baik. Jangan sampai masyarakat panik lalu justru memicu inflasi,” imbuhnya.

Sejumlah instrumen pengendalian tetap dioptimalkan. Operasi pasar, pasar murah, hingga monitoring harga harian di pasar tradisional akan terus digelar. Pemkab memastikan intervensi cepat jika ditemukan gejolak harga yang tak wajar.

Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko menyebut kondisi harga di Kabupaten Pasuruan relatif terkendali. Bahkan, sejak Januari hingga pekan pertama Februari 2026, Pasuruan mencatat deflasi selama lima minggu berturut-turut.

Penurunan harga terutama terjadi pada komponen volatile food atau bahan pangan bergejolak. Komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, beras, bawang merah, hingga telur ayam ras mengalami koreksi harga.

“Deflasi dipicu musim panen di sejumlah sentra produksi. Stok di pasar melimpah sehingga harga cenderung turun,” jelas Yudha. (dis/ian).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Bupati Jember Bantah Programnya Sekadar Populis, Akui Kekompakan ASN Masih Jadi Tantangan

7 Agustus 2026 - 20:26

DBHCHT Kota Pasuruan Hadirkan Perlindungan Nyata, Ahli Waris Pekerja Rentan Terima Santunan Rp70 Juta

7 Agustus 2026 - 16:19

Polres Jombang Perkuat Kolaborasi, Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

7 Agustus 2026 - 13:28

Sengketa Tanah Bobi Warga Silo Jember vs Bunda Bali Berlanjut di Jalur Pidana dan Perdata 

7 Agustus 2026 - 13:26

INDOMOBIL Expo Semarang 2026 Hadirkan Beragam Kendaraan Listrik Terbaru dan Promo Spesial

7 Agustus 2026 - 09:13

Trending di KABAR NUSANTARA