Pasuruan, Kabarpas.com – Langkah penyegaran struktural dilakukan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono, secara resmi melantik jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan se-Pasuruan Raya (Kabupaten dan Kota) di Cafe Telu, kawasan Awang-awang, Prigen, Minggu (17/5/2026).
Lewat momentum ini, Deni membakar militansi para kader. Ia menyatakan bahwa modal utama seorang kader Banteng adalah hasrat yang kuat untuk membesarkan rumah partainya, karena misi utama PDI Perjuangan adalah menjadi pelayan dan pelindung hak-hak sosial rakyat.
Ia memperingatkan, tanpa adanya spirit perjuangan yang membara, kader tidak akan pernah bisa menjadi wadah aspirasi yang solutif bagi masyarakat.
”Jika rasa semangat membesarkan partai ini redup, kita pasti akan tertinggal jauh oleh partai-partai kompetitor,” ujar Deni dalam orasinya.
Menatap kontestasi politik ke depan, Deni menginstruksikan seluruh pengurus PAC untuk lebih agresif dalam mendekati warga. Pendekatan tersebut harus dikombinasikan antara komunikasi langsung di lapangan (luring) serta pemanfaatan platform media sosial (daring).
Hal ini menjadi catatan penting lantaran konstelasi politik ke depan diprediksi kian sengit. Apalagi, Deni mengingatkan status PDI Perjuangan saat ini: sebagai pemenang pemilu, namun berada di luar posisi partai penguasa.
Di tengah pengarahan, Deni sempat melempar kritik tajam mengenai realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik pemerintah pusat. Ia mengendus adanya praktik tebang pilih di lapangan, di mana pengelolaan program strategis tersebut disinyalir didominasi oleh kelompok atau simpatisan partai politik tertentu saja.
Ketimpangan ini memicu protes keras dari kader PDI Perjuangan di akar rumput. Menurut Deni, perjuangan politik tidak bisa ditopang oleh kerja sosial semata, melainkan butuh sokongan finansial yang sehat. Jika proyeksi program nasional seperti MBG diposisikan monolitik untuk kepentingan satu warna partai, konstelasi Pemilu 2029 bisa timpang.
”Coba bayangkan, partai kompetitor sudah mapan secara pendanaan, sementara kita masih meraba-raba anggaran untuk bertarung di Pileg nanti,” cetus Deni.
Di akhir sambutan, ia menegaskan bahwa citra, martabat, dan kejayaan PDI Perjuangan di Pasuruan sepenuhnya bertumpu pada kinerja para pengurus yang baru diambil sumpahnya. Deni pun memberikan ucapan selamat bekerja sembari menitipkan pesan ideologis. (gus/ian).

















