Probolinggo (Kabarpas.com) – Terkait peristiwa tewasnya bocah kelas 3 SD yang tenggelam di pemandian alam Tirta Ageng, di Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Pihak kepolisian setempat memastikan bahwa peristiwa tersebut murni kecelakaan.
Kapolsek Lumbang, AKP Mustadji mengatakan kejadian ini, baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Untuk itu pihaknya tetap mewanti-wanti, agar masyarakat senantiasa berhati-hati bila mandi di tempat tersebut.
“Dari hasil keterangan saksi-saksi yang ada, dapat kami simpulkan bahwa ini murni kecelakaan,” katanya kepada Kabarpas.com.
Selain itu, Kapolsek AKP Mustadji juga menghimbau agar para pengunjung yang akan mandi di pemandian tersebut, supaya lebih mengutamakan keselamatan dirinya dan juga keluarganya masing-masing.
“Terutama untuk pengunjung yang baru datang ke pemandian ini, kami himbau hendaknya lebih berhati-hati lagi saat mandi di pemandian ini. Gunakan alat keselamatan seperti ban atau pelampung,” terangnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, Sava Ojora Aron Effendi (9), ditemukan tewas mengambang di dasar air yang berada di pemandian alam Tirta Ageng, di Desa/Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Bocah yang saat ini duduk dibangku kelas 3 SD tersebut, diduga kuat tak bisa berenang. Sehingga sempat tenggelam di pemandian setempat.
Dari data yang berhasil dihimpun Kabarpas.com di lokasi, kala itu rombongan korban singgah ke rumah Heni, untuk melakukan silaturahim. Selanjutnya, korban yang merupakan warga Jalan Raya Menganti, Lidah Wetan, Gang II Nomor 40 Surabaya itu bersama dengan anak-anak di sekitar rumah Heni ikut mandi ke pemandian alam, yang berada di dekat rumah Heni tersebut. (sam/gus).

















