Jember, Kabarpas.com – Pagi yang cerah menyelimuti lingkungan Masjid di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Rabu (10/6/2026). Di sudut kompleks masjid itu, sebuah tenda sederhana berdiri menaungi puluhan anak PAUD Anyelir 24 yang tampak rapi mengenakan toga mini layaknya wisudawan.
Di samping mereka, para ibu mendampingi dengan wajah penuh kebanggaan. Sebagian tak mampu menyembunyikan rasa haru saat menyaksikan putra-putrinya mengikuti acara lepas pisah sekaligus tasyakuran gedung baru PAUD Anyelir 24.
Meski digelar secara sederhana dengan panggung kecil dan perlengkapan seadanya, suasana hangat terasa sepanjang acara. Tawa anak-anak menjadi warna tersendiri dalam momen yang menandai berakhirnya masa pendidikan usia dini mereka.
Bagi para orang tua, hari itu bukan sekadar seremoni perpisahan. Ada harapan besar yang disematkan pada setiap anak yang berdiri mengenakan toga. Harapan agar langkah kecil yang dimulai dari ruang kelas PAUD dapat menjadi pijakan menuju masa depan yang lebih baik.
Kepala Desa Jubung, Bhisma Perdana yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada para guru, orang tua, dan anak-anak yang telah menuntaskan pendidikan usia dini dengan penuh kegembiraan.
Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak belajar mengenal kehidupan.
“Ini adalah awal untuk mencetak generasi terbaik. Ada beberapa syarat untuk mewujudkan hal itu. Yang pertama dimulai dari keluarga. Bapak dan ibu harus menghadirkan suasana yang baik di rumah tangga. Jangan sampai anak-anak kita tumbuh dengan ajaran yang tidak tepat,” ujarnya.
Bhisma menegaskan bahwa kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan membentuk karakter anak ketika dewasa nanti. Karena itu, orang tua perlu memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita melatih anak menjadi malas, maka kita sedang menciptakan orang yang tidak produktif di masa depan. Pendidikan keluarga sangat penting karena semua yang dilakukan orang tua akan ditiru oleh anak-anak,” katanya.
Selain peran keluarga, Bhisma juga mengingatkan pentingnya pendidikan formal yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Menurutnya, kebutuhan masa depan menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung pendidikan anak-anak mereka hingga jenjang yang lebih tinggi serta menghindarkan mereka dari berbagai pengaruh negatif.
“Sekolahkan anak-anak kita ke sekolah yang berorientasi pada ilmu pendidikan dan sains. Jangan sering diperlihatkan hal-hal yang negatif. Masa depan mereka sangat ditentukan oleh apa yang mereka lihat dan pelajari sejak sekarang,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan kemeriahan yang sederhana, acara lepas pisah PAUD Anyelir 24 menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu dimulai dari gedung megah atau acara yang mewah. Pendidikan tumbuh dari perhatian orang tua, ketulusan guru, dan lingkungan yang mendukung anak untuk berkembang.
Bagi para orang tua dan guru, langkah kecil yang mereka tempuh hari itu adalah awal dari perjalanan panjang menuju masa depan.
Di Desa Jubung, harapan itu tumbuh bersama tawa anak-anak yang pagi itu merayakan kelulusan pertama dalam hidup mereka. (dan/ian).

















