Jember, Kabarpas.com – Pengembang perumahan asal Jember, PT Kinansyah Adi Jaya Land menorehkan prestasi di tingkat Jawa Timur. Perusahaan yang mengembangkan Perumahan Istana Tegal Besar, Istana Kaliwates, dan Istana Kaliurang itu menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam ajang Expo Konstruksi Jatim 2026 di Grand City Mall Surabaya, Selasa (9/6/2026).
Penghargaan tersebut diberikan pada rangkaian kegiatan Expo Konstruksi Jatim 2026 yang mengusung tema “Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, sekaligus menjadi momentum apresiasi terhadap pelaku industri konstruksi dan perumahan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pemilik PT Kinansyah Adi Jaya Land, H. Abdus Salam atau yang akrab disapa Cak Salam, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk terus membantu program pemerintah. Dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, salah satunya adalah penyediaan rumah bersubsidi bagi rakyat, dan itu sejalan dengan komitmen kami selama ini,” tuturnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Komisariat Jember itu menegaskan, kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan aktif sektor swasta.
Sebelumnya, PT Kinansyah Adi Jaya Land juga mencatat prestasi di tingkat nasional. Pada 2025, perusahaan tersebut memperoleh penghargaan dari Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai developer dengan penjualan rumah MBR terbanyak di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara.
Menurut Cak Salam, saat ini pihaknya turut mendukung program pembangunan rumah bersubsidi yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
“Saat ini kami bersama Bupati Jember sedang menjalankan amanah dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman. Untuk mendukung program 3 juta rumah, Kabupaten Jember mendapatkan kuota pembangunan rumah bersubsidi sebanyak 10 ribu unit,” ujarnya.
Expo Konstruksi Jatim 2026 sendiri berlangsung pada 9-11 Juni 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum tanpa biaya masuk. Pameran tersebut menampilkan berbagai inovasi material bangunan, teknologi konstruksi, konsep perumahan berkelanjutan, hingga forum jasa konstruksi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilakukan pengukuhan Forum Masyarakat Jasa Konstruksi Jawa Timur periode 2026-2029 sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan sinergi antar pelaku sektor konstruksi.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang membacakan sambutan Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya expo dan pengukuhan forum tersebut.
“Pertama tentunya kami menghaturkan selamat atas dikukuhkannya Forum Masyarakat Jasa Konstruksi Provinsi Jawa Timur. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem jasa konstruksi di daerah,” kata Emil.
Ia menilai sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam perekonomian Jawa Timur. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah mencapai hampir 10 persen, sehingga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Menurut Emil, Expo Konstruksi Jatim menjadi sarana untuk memperkenalkan perkembangan teknologi konstruksi yang semakin modern, efisien, aman, dan ramah lingkungan.
“Melalui pameran ini masyarakat dapat melihat perkembangan teknologi konstruksi yang semakin modern. Konstruksi yang lebih efisien, lebih ramah lingkungan, dan memberikan tingkat keselamatan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan daya saing industri konstruksi nasional akan membuka peluang lebih besar untuk bersaing di tingkat global. Karena itu, kolaborasi antar pelaku industri dinilai menjadi kunci dalam memperkuat sektor tersebut.
“Kegiatan ini adalah wujud kekompakan pelaku industri konstruksi di Jawa Timur. Kalau industrinya kompak, insyaallah Jawa Timur akan semakin maju,” ucap Emil.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa semangat kolaborasi harus tetap berjalan beriringan dengan kompetisi yang sehat dalam dunia usaha. Persaingan yang profesional dalam proses tender maupun pelaksanaan proyek, menurutnya, diperlukan untuk menghasilkan kualitas pembangunan terbaik bagi masyarakat. (dan/ian)

















