Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 11 Jun 2026

Jember Lampaui Jawa Timur dan Nasional dalam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026


Jember Lampaui Jawa Timur dan Nasional dalam Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Kabupaten Jember mencatatkan kinerja ekonomi impresif pada triwulan I tahun 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur yang dirilis Juni 2026, pertumbuhan ekonomi Jember mencapai 6,35 persen secara year on year (y-on-y), tertinggi di kawasan Sekar Kijang sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.

Capaian tersebut menempatkan Jember di posisi teratas dibandingkan daerah lain di wilayah Sekar Kijang. Banyuwangi berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 6,14 persen, disusul Jawa Timur 5,96 persen, Lumajang 5,89 persen, nasional 5,61 persen, Situbondo 5,50 persen, dan Bondowoso 5,40 persen.

Pertumbuhan ekonomi Jember juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada triwulan I 2025, ekonomi Jember tumbuh 5,33 persen, sedangkan pada triwulan I 2026 meningkat menjadi 6,35 persen.

Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih menjelaskan bahwa capaian tersebut ditopang oleh sejumlah sektor strategis yang tumbuh kuat dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Dilihat dari sumber pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026, terdapat empat lapangan usaha yang memberikan kontribusi signifikan, yakni pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 1,51 persen, industri pengolahan 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi 0,72 persen,” ujarnya.

Menurut Peni, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Jember. Produksi tanaman pangan, terutama padi dan jagung, mengalami peningkatan yang cukup tinggi sepanjang awal tahun 2026.

Produksi padi tercatat tumbuh sekitar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut didukung curah hujan yang baik sehingga produktivitas lahan pertanian meningkat.

Selain itu, sektor peternakan juga mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya permintaan daging dan telur ayam untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara hasil tangkapan ikan laut pada triwulan I 2026 juga tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi di sektor pertanian dan industri pengolahan secara otomatis turut menggerakkan aktivitas perdagangan. Volume transaksi berbagai komoditas meningkat sehingga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Secara struktur ekonomi, industri pengolahan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jember dengan porsi 22,86 persen. Disusul sektor pertanian sebesar 22,03 persen dan perdagangan sebesar 15,74 persen.

Sementara dari sisi pertumbuhan, beberapa sektor menunjukkan performa yang menonjol. Kategori jasa perusahaan tumbuh 11,30 persen, jasa kesehatan 10,60 persen, jasa lainnya 10,88 persen, konstruksi 9,35 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,91 persen.

BPS mencatat penguatan ekonomi Jember pada triwulan I 2026 terutama didorong sektor sekunder, khususnya industri pengolahan dan konstruksi.

Pada sektor industri pengolahan, peningkatan dipicu naiknya produksi industri makanan dan minuman sekitar 7 persen serta pertumbuhan industri lainnya sekitar 5 persen.

Sedangkan sektor konstruksi mengalami percepatan pertumbuhan yang salah satunya didorong pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Jika pada triwulan I 2025 jumlah SPPG masih berada pada angka satu digit, maka pada triwulan I 2026 jumlahnya hampir mencapai 200 unit.

Dibandingkan Jawa Timur dan nasional, pertumbuhan ekonomi Jember dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena ditopang sektor-sektor unggulan yang menjadi kekuatan daerah.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur maupun nasional. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan yang tumbuh lebih tinggi serta memiliki kontribusi dominan dalam struktur ekonomi Jember,” jelas Peni.

Menurutnya, karakteristik ekonomi Jember yang masih bertumpu pada sektor pertanian menjadikan setiap peningkatan produktivitas sektor tersebut memberikan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa Jember mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah berbagai tantangan ekonomi. Dukungan sektor pertanian yang kuat, berkembangnya industri pengolahan, meningkatnya aktivitas perdagangan, serta tumbuhnya berbagai sektor jasa menjadi fondasi penting yang mendorong ekonomi daerah terus bergerak positif.

Dengan pertumbuhan 6,35 persen, Jember tidak hanya menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang, tetapi juga menempatkan posisinya sebagai salah satu motor penggerak ekonomi di Jawa Timur. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Ismail Marzuki Lanjut Pimpin PKB Kota Pasuruan

11 Juni 2026 - 20:39

Jual Miras Ilegal via Online, Sepasang Kekasih Diciduk Polisi di Exit Tol Pasuruan

11 Juni 2026 - 17:00

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Kawal Verval Usulan Bantuan Hibah PP PAUD hingga Tuntas

11 Juni 2026 - 15:20

MPM Honda Jatim Salurkan Perlengkapan Sekolah dan Edukasi Safety Riding bagi Siswa SDN Pagowan 1 Lumajang

11 Juni 2026 - 10:33

Hapus Syarat “Kemampuan Negara”, Mahasiswa UNUSIA Dorong Keadilan Anggaran Pesantren Melalui JR di MK

11 Juni 2026 - 10:24

Dampak Ketegangan Timur Tengah, Pertemuan Tata Kelola Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali

10 Juni 2026 - 20:36

Trending di KABAR NUSANTARA