Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 28 Jul 2026

Hidup Berdua di Usia Senja, Dua Lansia di Tanggul Dikunjungi Bupati Fawait saat Bunga Desa 


					Hidup Berdua di Usia Senja, Dua Lansia di Tanggul Dikunjungi Bupati Fawait saat Bunga Desa  Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait mengunjungi dua lansia bersaudara, Sumirus (76) dan Rubi’ah (80), di Dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, dalam rangkaian program Bunga Desa, Selasa (28/7/2026).

Didampingi tenaga kesehatan dari Puskesmas Tanggul, Fawait mendatangi rumah sederhana yang selama ini ditempati kakak beradik tersebut. Keduanya diketahui telah tinggal bersama sepanjang hidupnya dan, menurut informasi yang diterima pemerintah daerah, belum pernah menerima bantuan sosial.

 

Kunjungan itu sekaligus menjadi implementasi program Home Care yang baru diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember. Dalam kesempatan tersebut, Fawait berbincang langsung dengan kedua lansia dan menjelaskan bahwa mereka kini menjadi salah satu kelompok yang akan memperoleh layanan kesehatan secara berkala di rumah.

 

“Kalau nanti sakit, tidak perlu datang ke puskesmas atau rumah sakit. Tenaga kesehatan yang akan datang ke rumah untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan dasar,” ujar Fawait dengan bahasa madura kepada keduanya.

 

Usai menemui kedua lansia, Fawait di depan awak media menyampaikan bahwa layanan Home Care difokuskan kepada lima kelompok masyarakat yang dinilai paling membutuhkan.

 

Kelompok pertama adalah lansia tunggal yang hidup tanpa keluarga pendamping. Kelompok kedua ialah ibu hamil dengan risiko tinggi. Selanjutnya anak yang mengalami stunting, penyandang disabilitas yang memiliki penyakit penyerta, serta masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit kronis atau berkepanjangan.

 

“Lansia tunggal seperti yang tadi kami temui. Mereka tidak punya anak, tidak punya keluarga yang merawat. Kemudian ibu hamil risiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas dengan penyakit bawaan, dan masyarakat tidak mampu yang memiliki penyakit berkepanjangan. Mereka inilah yang menjadi sasaran program Home Care,” jelasnya.

 

Fawait mengatakan, setiap penerima manfaat akan dikunjungi sedikitnya satu kali setiap bulan oleh tim tenaga kesehatan dari puskesmas. Dalam kunjungan tersebut, petugas akan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar sekaligus pemeriksaan penunjang apabila diperlukan.

 

“Setiap bulan mereka akan didatangi tim nakes. Dilakukan pemeriksaan dasar. Kalau dibutuhkan pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, dan lainnya akan dilakukan. Kalau cukup diberi obat atau vitamin, langsung diberikan,” ujarnya.

 

Apabila pasien membutuhkan konsultasi lebih lanjut, kata Fawait, layanan akan terhubung melalui telemedicine dengan dokter umum di puskesmas. Sementara kasus yang memerlukan penanganan lebih spesifik akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis atau subspesialis di rumah sakit milik pemerintah daerah.

 

“Kalau butuh konsultasi dokter umum bisa melalui video call dengan dokter puskesmas. Kalau ternyata membutuhkan dokter spesialis, akan disambungkan dengan dokter spesialis atau subspesialis di tiga rumah sakit di Kabupaten Jember. Kalau dokter menyatakan harus dirujuk, maka tim akan memastikan pasien dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

 

Ia menyebut konsep tersebut merupakan bentuk layanan “dokter keluarga” bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

 

“Inilah yang kami maksud dokter keluarga bagi warga tidak mampu,” ucapnya.

 

Fawait menegaskan kunjungan tenaga kesehatan akan dilakukan secara rutin setiap bulan kepada masyarakat yang masuk dalam lima kategori tersebut.

 

“Kalau masyarakat mampu tentu bisa berobat sendiri atau memiliki dokter pribadi. Program ini diprioritaskan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama lansia yang hidup sendiri dan kesulitan mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.

Terkait kondisi dua lansia yang dikunjunginya, Fawait mengatakan salah satunya hanya mengalami tekanan darah tinggi dan akan mendapatkan pengobatan rutin. Sementara satu lansia lainnya akan menjalani pemeriksaan lanjutan karena mengalami kelumpuhan pada kaki. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah, Ketua-Bendahara KONI Kota Pasuruan Ditahan Kejari

29 Oktober 2026 - 21:29

Minat Baca Masih Tinggi, Perpustakaan Jember Tambah Jam Layanan hingga Malam 

29 Oktober 2026 - 17:25

​Cegah Manipulasi Suara, Dr. Albahori dan Faisal Tuntut Sirekap Lebih Akuntabel

29 Oktober 2026 - 17:12

Dari Aspirasi hingga 5000 Sembako, Bunga Desaku Dinilai Bisa Tekan Inflasi 

29 Oktober 2026 - 13:12

Cuaca Berubah-ubah, Kenali Cara Aman Berkendara Motor

29 Oktober 2026 - 13:10

Honda Vario 160 Meriahkan Akhir Pekan Warga Malang Lewat Pameran dan Hiburan Musik

29 Oktober 2026 - 12:34

Trending di Kabar Otomotif