Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 20 Agu 2026

98 PNS Pemkab Probolinggo Masuki Purna Tugas


98 PNS Pemkab Probolinggo Masuki Purna Tugas Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Sebanyak 98 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memasuki masa purna tugas periode September hingga Desember 2026. Pemkab Probolinggo melepas para PNS tersebut melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (20/8/2026).

Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris kepada 10 perwakilan PNS. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris memberikan apresiasi atas puluhan tahun pengabdian para PNS yang akan memasuki masa pensiun. Ia menilai masa purna tugas bukan berarti berakhirnya kontribusi seseorang kepada masyarakat dan daerah.

 

“Ada satu kata sederhana yang ingin saya sampaikan pada hari ini, yaitu terima kasih. Terima kasih atas waktu yang panjang, terima kasih atas kesabaran yang panjenengan berikan selama ini, terima kasih atas tenaga dan pikiran dan yang terakhir terima kasih atas pengabdian,” katanya.

 

Menurut Bupati Haris, status sebagai aparatur memang berakhir ketika memasuki masa pensiun. Namun, semangat untuk mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat harus tetap dipertahankan.

 

“Saya lebih suka menyampaikan bahwa hari ini adalah pelepasan menuju gerbang kehidupan yang baru, bukan pemberhentian. Karena yang berhenti ini hanya status PNS, tetapi besar harapan saya, purna tugas boleh berhenti hari ini, tetapi pengabdian itu menjadi kewajiban kita semua sampai akhir hayat,” jelasnya.

 

Bupati Haris menilai para PNS yang memasuki masa purna tugas memiliki pengalaman panjang yang sangat berharga. Pengalaman tersebut diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi aparatur yang lebih muda. “Panjenengan ini adalah orang-orang yang sarat dengan pengalaman. Yang muda-muda sejatinya harus belajar banyak dengan panjenengan yang ada di depan sini,” lanjutnya.

 

Selain memberikan pengalaman kepada generasi penerus, Bupati Haris berharap para purna tugas dapat menikmati waktu lebih banyak bersama keluarga setelah tidak lagi terikat dengan rutinitas kedinasan.

 

“Pasca ini panjenengan akan menerima kembali waktu yang telah hilang. Waktu dulu yang sudah hilang ini kembali lagi kepada panjenengan. Anda akan banyak sekali punya waktu bersama keluarga, bersama anak cucu,” tuturnya.

 

Namun Bupati Haris kembali mengingatkan bahwa masa pensiun tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memberikan kontribusi. Ia meminta para purna tugas tetap membantu pembangunan daerah sesuai kemampuan dan pengalaman masing-masing. “Pengabdian jangan pernah hilang. Pengabdian jangan pernah hilang,” tegasnya.

 

Ia menjelaskan, pembangunan Kabupaten Probolinggo merupakan hasil kerja secara berkelanjutan dari berbagai generasi pemerintahan. Karena itu, kontribusi para aparatur yang telah purna tugas tetap memiliki arti penting.

 

“Pembangunan ini tentunya estafet, tidak hanya hasil dari satu pemerintahan dan satu bupati, satu sekda, satu OPD, tetapi berkelanjutan. Tentunya ada yang memulai, ada yang meneruskan, ada yang menyempurnakan,” terangnya.

 

Bupati Haris meminta para purna tugas ikut memberikan masukan berdasarkan pengalaman selama mengabdi. “Kali ini saya minta Bapak Ibu sekalian jangan pernah berhenti untuk mengabdi. Tolong bantu kami berdasarkan pengalaman panjenengan, bagaimana membuat Kabupaten Probolinggo ini betul-betul sejahtera, amanah, religius dan eksis berdaya saing,” tambahnya.

 

Sementara Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto menyampaikan pelepasan tersebut merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah kepada PNS yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun.

 

“Jumlah PNS yang memasuki masa purna tugas setiap tahunnya rata-rata mencapai 300 hingga 350 orang. Pada 2026, Pemkab Probolinggo juga tidak melaksanakan rekrutmen CPNS sebagai bagian dari upaya menormalkan kondisi anggaran gaji pegawai,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, sebagian PNS yang memasuki masa purna tugas telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade. Bahkan, sejumlah guru disebut mendekati masa pengabdian selama 40 tahun.

 

“Ini adalah sebuah momen yang sangat berharga bagi kami. Saya yakin Bapak-Ibu ini sudah lebih dari 30 tahun mengabdi, bahkan ada yang mungkin mendekati 40 tahun, terutama Bapak-Ibu guru,” tegasnya.

 

Menurut Hari, kegiatan pelepasan kali ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi pengurusan dana pensiun. Hal tersebut dilakukan agar para PNS mendapatkan informasi yang jelas mengenai proses administrasi setelah memasuki masa purna tugas.

 

“Biasanya kalau pensiun itu hanya seremonial dalam rangka pengurusan dana pensiun. Hari ini kita rangkaikan sekaligus dengan sosialisasi atau penjelasan berkaitan dengan pengurusan dana pensiun, sehingga ke depan setelah pensiun nanti kita tetap membantu proses administrasinya,” jelasnya.

 

Di sisi lain, Pemimpin Bank Jatim Cabang Kraksaan Siska Dian Permatasari menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian para PNS yang memasuki masa purna tugas. Bank Jatim berkomitmen menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda atau kegiatan sehari-hari. Lebih dari itu, merupakan kesempatan bagi kami untuk bersilaturahmi, menyambung komunikasi sekaligus memberikan penghargaan kepada Bapak dan Ibu yang akan memasuki masa purna tugas,” ujarnya.

 

Siska menegaskan hubungan Bank Jatim dengan masyarakat tidak hanya berorientasi pada transaksi perbankan, tetapi juga dibangun melalui kepercayaan, kenyamanan dan hubungan jangka panjang.

 

“Bagi kami, hubungan dengan masyarakat itu bukan hanya transaksi. Kami ingin membangun hubungan yang lebih panjang, hubungan yang tumbuh dari kepercayaan, kenyamanan dan rasa saling menjaga,” lanjutnya.

 

Ia berharap komunikasi dan sinergi Bank Jatim dengan Pemkab Probolinggo semakin kuat sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan perekonomian daerah. “Semoga setelah ini dapat menjadi awal semakin eratnya komunikasi yang semakin baik dan kerja sama yang semakin kuat antara Bank Jatim dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

DPRD dan Pemkab Kabupaten Probolinggo Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

20 Agustus 2026 - 22:12

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

20 Agustus 2026 - 20:56

Mayoritas DPRD Setujui Pinjaman Jember Rp786,573 Miliar, Dinilai Punya Legitimasi Kuat

20 Agustus 2026 - 16:16

Riding Malam Hari, Perhatikan Hal Ini Agar Tetap #Cari_Aman

20 Agustus 2026 - 10:08

Drama Kartu Merah, Persiga Trenggalek Tetap Mampu Kalahkan Blitar Poetra

20 Agustus 2026 - 09:39

Ditutup Usai Terbakar, Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka Mulai 20 Agustus 2026

19 Agustus 2026 - 19:50

Trending di Berita Pasuruan