Pasuruan, Kabarpas.com — Bagi sebuah keluarga, kehilangan seorang pencari nafkah bukan hanya tentang kehilangan sosok yang dicintai. Ada kehidupan yang harus tetap berjalan, kebutuhan yang harus dipenuhi, dan masa depan anak-anak yang tidak boleh ikut terhenti.
Di titik itulah jaminan sosial ketenagakerjaan menemukan maknanya.
Hal tersebut tergambar dalam kunjungan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, ke PT Wahyu Manunggal Sejati (WMS), Kabupaten Pasuruan, Jumat (21/8). Dalam kunjungan tersebut, Saiful secara simbolis menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) dan beasiswa kepada ahli waris pekerja PT WMS yang saat ini bekerja di perusahaan tersebut.

Penyerahan manfaat itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terdapat manusia dan keluarga yang sedang dititipkan untuk dilindungi.
“Prinsip kami, peserta yang mengalami risiko harus dibantu. Ketika risiko terjadi, kami harus hadir dan memastikan peserta maupun keluarganya mendapatkan manfaat,” ujar Saiful.
Menurut Saiful, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak semestinya baru dirasakan ketika sebuah risiko telah terjadi. Perlindungan justru harus dibangun sejak pekerja mulai bekerja, melalui kepesertaan yang aktif, pelaporan upah yang sesuai, serta pemahaman yang baik terhadap manfaat setiap program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Karena itu, ia menilai kepatuhan perusahaan memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar memenuhi kewajiban.

PT Wahyu Manunggal Sejati menjadi salah satu perusahaan yang menunjukkan komitmen tersebut. Perusahaan memastikan seluruh pekerjanya terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan, dengan upah yang dilaporkan sesuai dengan UMK Kabupaten Pasuruan. Komitmen perlindungan tersebut juga didorong untuk terus berlanjut dalam ekosistem supply chain perusahaan, sehingga semangat perlindungan pekerja tidak berhenti pada lingkungan internal perusahaan.
“Kami harus benar-benar melayani perusahaan peserta dan melihat bagaimana kami bisa membantu. Kami juga harus lebih proaktif memberikan penjelasan kepada perusahaan maupun pekerja, sehingga mereka memahami manfaat program yang dimiliki,” tutur Saiful.
Ia secara khusus menyoroti pentingnya edukasi mengenai Jaminan Hari Tua (JHT). Menurutnya, pemahaman terhadap JHT perlu dibangun secara utuh agar pekerja melihat program tersebut bukan semata-mata sebagai manfaat yang dapat digunakan saat ini, tetapi sebagai bagian dari perlindungan untuk menjaga keberlanjutan kesejahteraan pada masa mendatang.
“JHT memiliki tujuan untuk memberikan kebermanfaatan bagi pekerja di hari tua. Karena itu, kami ingin peserta memahami dengan baik fungsi dan manfaatnya, sehingga setiap keputusan yang diambil benar-benar mempertimbangkan kebutuhan dan kebermanfaatan di masa depan,” jelasnya.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan yang patuh merupakan mitra penting dalam mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang terlindungi. Kepatuhan dalam mendaftarkan seluruh pekerja dan melaporkan upah sesuai ketentuan akan menentukan seberapa optimal manfaat yang dapat diterima pekerja ketika risiko terjadi.
Atas komitmen tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan penghargaan Jamsostek Star Bintang Lima kepada PT Wahyu Manunggal Sejati. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam memenuhi kepesertaan dan memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerjanya.
Komisaris PT Wahyu Manunggal Sejati, Rosita Aniati, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran manajemen perusahaan menegaskan bahwa perlindungan pekerja merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun keberlanjutan perusahaan.
Lebih dari sekadar penghargaan, kunjungan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan dunia usaha. BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong perusahaan untuk tidak hanya memenuhi kepesertaan secara administratif, tetapi juga memastikan pekerja memahami hak dan manfaat perlindungan yang mereka miliki.
Sebab, jaminan sosial ketenagakerjaan pada akhirnya bukan hanya tentang angka kepesertaan. Ada keluarga di balik setiap nama, ada masa depan di balik setiap pekerjaan, dan ada harapan yang harus tetap dijaga ketika risiko datang tanpa pernah diundang.
Melalui kepatuhan perusahaan seperti PT Wahyu Manunggal Sejati, harapan tersebut mendapat fondasi yang lebih kuat.
Dan bagi BPJS Ketenagakerjaan, komitmen itu akan terus dijaga dengan satu prinsip sederhana: hadir lebih awal, melayani lebih dekat, dan membantu ketika peserta membutuhkan. (dit/ian).

















