Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 17 Sep 2026

Minimalisir Kenakalan Remaja, DPRD Jatim Dorong Sinergi Sekolah dan Orang Tua


					Minimalisir Kenakalan Remaja, DPRD Jatim Dorong Sinergi Sekolah dan Orang Tua Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Tingginya angka kenakalan dan perilaku brutal di kalangan remaja belakangan ini mendapat sorotan serius dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Rasiyo

Untuk mengatasi krisis moral tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi pengawasan antara pihak sekolah dan keluarga, serta mendesak adanya penguatan pendidikan agama di sekolah.

 

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut menyampaikan bahwa pihak sekolah, khususnya wali kelas, memiliki peran sentral sebagai garda terdepan pendidikan.

 

“Ini harus menjadi perhatian dari masing-masing sekolah, utamanya peran dari wali kelas. Wali kelas itu adalah wakil dari orang tua di sekolah, sehingga harapan saya anak-anak itu benar-benar dicek kehadirannya. Kalau anak tidak masuk, wali kelas yang paling pertama harus tahu,” ujar Rasiyo.

 

Selain dari pihak sekolah, ia juga menegaskan pentingnya peran aktif dari wali murid di rumah. Orang tua dituntut untuk memberikan perhatian penuh kepada anak-anaknya. Dr. Rasiyo mencontohkan, apabila anak pulang terlambat, orang tua harus peka dan melakukan pengawasan.

 

Ia meyakini bahwa jika komunikasi dan peran antara sekolah dan wali murid berjalan dengan baik, anak-anak akan terawasi secara maksimal.

Pengawasan ketat ini dinilai semakin krusial mengingat derasnya arus informasi dari media sosial. Dr. Rasiyo menyoroti bahwa platform media sosial seperti TikTok kerap memuat konten-konten yang kurang baik dan berpotensi merusak moral anak-anak jika tidak ada pendampingan.

 

Menanggapi anggapan bahwa perilaku brutal remaja disebabkan oleh hilangnya mata pelajaran moral Pancasila, Dr. Rasiyo meluruskan pandangan tersebut. Menurutnya, nilai-nilai pendidikan Pancasila sejatinya sudah terintegrasi di dalam kurikulum yang berlaku saat ini. Langkah paling efektif saat ini justru dengan menambah jam dan kualitas pendidikan agama.

 

“Pendidikan Pancasila itu sudah ada dalam kurikulum. Makanya, yang perlu ditambah adalah pendidikan agamanya. Seperti yang kami terapkan di sekolah kami sendiri, ada tambahan dua jam pelajaran khusus untuk pendidikan agama. Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus menjadi perhatian tersendiri,” tegasnya.

Rasiyo meyakini bahwa pembekalan karakter spiritual adalah kunci utama membentengi generasi muda. “Intinya pendidikan agama harus diperkuat. Insya Allah kalau itu dilakukan, karakter dan moral anak-anak akan menjadi lebih baik,” tutupnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

MPM Honda Jatim Hadirkan Safety Riding Kids Park, Kenalkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

6 November 2026 - 14:43

Dukung Tumbuh Kembang Anak, Seminar Parenting Talk “Mencintai, Tanpa Melukai” Siap Digelar di Perpusnas RI

6 November 2026 - 11:26

Menuju POPDA XV dan PEPARPEDA III, Mas Adi Titip Pesan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Kota Pasuruan

5 November 2026 - 19:10

Kejuaraan Atletik Piala Bupati Jember Rampung, PASI Minta Kesiapan Medis Jadi Perhatian

5 November 2026 - 18:55

PWNU-Polda Jatim Siapkan Kerjasama Program “Jogo Pondok

5 November 2026 - 15:39

Empat SD Terbaik Siap Berebut Gelar Bintang Juara di Grand Final Liga Bintang Juara GTV

5 November 2026 - 15:34

Trending di Entertainment