Jember, Kabarpas.com – Ribuan atlet yang mengikuti Kejuaraan Atletik Piala Bupati Jember 2026 telah menuntaskan kompetisi selama empat hari di Stadion Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung. Namun, di balik suksesnya penyelenggaraan yang diikuti 1.926 peserta tersebut, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jember mencatat sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama terkait kesiapan layanan medis.
Ketua PASI Jember, Achmadi Wijaya mengatakan secara umum kejuaraan yang berlangsung pada 2-5 November 2026 itu berjalan aman dan lancar. Meski demikian, ia menilai masih ada kekurangan dalam aspek teknis penyelenggaraan yang harus menjadi bahan evaluasi untuk event berikutnya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kesiapan tenaga kesehatan dan ambulans selama pertandingan berlangsung.
Achmadi mengungkapkan, berdasarkan rapat teknis, seharusnya terdapat lima unit ambulans yang bersiaga di kawasan stadion. Namun, dalam praktiknya, jumlah ambulans yang tersedia kerap hanya satu unit.
Kondisi tersebut diperparah dengan sistem pergantian sif petugas medis yang tidak selalu berjalan sesuai jadwal. Bahkan, beberapa kali pergantian sif melewati waktu yang telah ditentukan.
“Seharusnya sesuai rapat teknis ada lima ambulans yang standby di stadion. Namun, sering kali hanya satu unit yang siap, itu pun dengan sistem sif atau bergantian. Bahkan, terkadang pergantian sif melewati jam yang sudah ditentukan,” ungkapnya.
Achmadi menuturkan, kesiapan fasilitas medis merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan kompetisi atletik. Sebab, pertandingan yang melibatkan banyak peserta membutuhkan dukungan layanan kesehatan yang memadai untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perlombaan.
Meski memberikan sejumlah catatan, Achmadi tetap mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan menuju JSG, karena kepadatan kendaraan saat pembukaan sempat menyebabkan kemacetan panjang.
Kejuaraan Atletik Piala Bupati Jember 2026 dibuka langsung oleh Bupati Jember Gus Fawait, 1 November 2026. Ajang ini diikuti 1.926 peserta dari berbagai jenjang, mulai SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA, mahasiswa, santri hingga kategori umum.
Penyelenggaraan kejuaraan ini sekaligus menjadi upaya PASI Jember menghidupkan kembali kompetisi atletik setelah sempat vakum sekitar delapan tahun. Selain memberikan ruang bagi atlet untuk berkompetisi, ajang tersebut menjadi bagian dari proses penjaringan bibit atlet potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.
Achmadi berharap kompetisi serupa dapat terus digelar dengan penyelenggaraan yang semakin baik. Ia juga menyebut kejuaraan kali ini tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi turut memberikan hiburan bagi peserta dan masyarakat.
Pada pembukaan, panitia menghadirkan sejumlah hiburan, mulai dari musik elekton, pertunjukan barongsai hingga pelepasan ribuan burung merpati. Panitia juga menyediakan puluhan hadiah doorprize bagi pengunjung dan pemilik merpati yang mengikuti tradisi tota’an dereh.
“Tujuannya supaya peserta merasa terhibur dan senang. Insyaallah tahun depan kami akan membuat event yang lebih meriah lagi,” tandasnya.
Dari sisi ekonomi, kehadiran ribuan peserta, pendamping, dan pengunjung juga memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan di sekitar JSG. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pedagang makanan dan minuman, turut merasakan peningkatan aktivitas jual beli selama kejuaraan berlangsung.
Sementara itu, Ketua KONI Jember Ervan Friambodo yang menutup kejuaraan pada Kamis (5/11/2026) meminta para atlet peraih medali tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, Porprov Jawa Timur 2027 menjadi tantangan berikutnya yang harus dipersiapkan sejak sekarang.
Ervan berharap para atlet terbaik dari kejuaraan ini dapat memperkuat kontingen Jember dan menyumbangkan medali dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Jember Muhammad Fawait telah menjanjikan bonus Rp50 juta bagi atlet peraih medali emas Porprov 2027. Selain bonus, pemerintah daerah juga menyiapkan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang berhasil meraih prestasi.
“Selamat kepada para juara. Terus berjuang karena tahun depan masih ada event yang lebih besar, yaitu Porprov 2027. Harapan saya, para juara ini nantinya bisa menyumbangkan medali bagi Kabupaten Jember,” tandas Ervan. (dan/ian).

















