Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 16 Okt 2026

Jember, Kuba-nya Indonesia dalam Urusan Cerutu


Jember, Kuba-nya Indonesia dalam Urusan Cerutu Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Ada alasan mengapa Jember kerap dikaitkan dengan tembakau dan cerutu. Reputasi itu bahkan membuat Budi Adiputro pembawa acara podcast Total Politik, menyebut kabupaten di Jawa Timur tersebut sebagai “Kuba-nya Indonesia”.

“Jember ini Kuba-nya Indonesia,” ucap Budi saat membawakan podcast Total Politik bersama Arie Putra dalam forum Indonesia Future Leader #2, Kamis (15/10/2026).

Bagi Budi, Jember lekat dengan tembakau berkualitas dan cerutu yang menembus pasar internasional.

“Jember ini kan yang terkenal tembakaunya bagus dan cerutunya,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi semacam pengakuan terhadap identitas Jember yang tumbuh bersama industri tembakau. Di forum bertema “Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo” tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk cerutu daerahnya.

Gus Fawait membagikan cerutu produksi Jember kepada peserta. Ia sekaligus mengundang mereka datang untuk melihat langsung potensi daerahnya.

“Kalau bicara cerutu ya Jember, ayo datang ke Jember,” ajak Fawait.

Jember memiliki sejarah panjang dalam budidaya tembakau, terutama jenis Na-Oogst yang dikenal sebagai salah satu bahan baku cerutu. Komoditas ini menghubungkan perkebunan dengan industri pengolahan yang produknya dipasarkan hingga ke luar negeri.

Dalam sesi ramah tamah, Fawait menyebut ada enam perusahaan produsen cerutu yang beroperasi di Jember. Mereka adalah PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar), Mangli Djaya Raya (MDR), Dwipa Nusantara Tobacco (DNT), Kopkar Kartanegara, Burger Söhne AG, dan Villiger Söhne AG.

Menurut data yang disampaikan dalam forum, sekitar 90 persen produksi keenam perusahaan tersebut ditujukan untuk pasar ekspor. Cerutu Jember disebut telah menjangkau 45 negara, mulai dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa hingga kawasan Timur Tengah, China, dan Asia Tenggara.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa tembakau Jember tidak berhenti sebagai hasil perkebunan. Melalui pengolahan, komoditas itu menjadi produk bernilai tambah yang bersaing di pasar internasional.

Namun, besarnya pasar ekspor juga menyisakan pertanyaan tentang seberapa luas manfaat industri itu dirasakan di daerah asalnya. Keberlanjutan usaha, penyerapan hasil panen, dan kesejahteraan petani tetap menjadi bagian penting dari rantai ekonomi tembakau.

Dalam forum Total Politik, Fawait hadir sebagai panelis penanggap bersama Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dan Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif.

Acara itu juga menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela sebagai narasumber.

Di tengah perbincangan mengenai pemerintahan dan kepemimpinan, cerutu menjadi cara Fawait memperkenalkan Jember dari sisi yang lebih dekat dengan karakter ekonominya.

Sebutan “Kuba-nya Indonesia” yang dilontarkan Budi memang bukan gelar resmi. Namun, ungkapan itu menangkap asosiasi yang sudah lama melekat pada Jember: tembakau, cerutu, dan industri yang menjangkau pasar dunia.

Tantangannya bukan sekadar mempertahankan nama Jember sebagai daerah penghasil tembakau. Lebih dari itu, bagaimana reputasi tersebut dapat terus menghidupi industri lokal dan memberi nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakatnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Pahami Arah Kebijakan Prabowo, Fawait Implementasikan Lewat Program Pemkab Jember

16 Oktober 2026 - 13:13

Honda BeAT Irit untuk Mobilitas Harian, Ada Kesempatan Menangkan Voucher hingga Rp 300 Ribu

16 Oktober 2026 - 13:03

Cerutu Jember Tembus 45 Negara, Gus Fawait Promosikan Produk Lokal di Forum Nasional

16 Oktober 2026 - 12:51

Kabar Duka, Jurnalis Pasuruan ‘Emen’ Berpulang: Dikenal Ramah dan Dekat dengan Siapa Saja

16 Oktober 2026 - 12:34

MA Az-Zahrah Kota Pasuruan Jalani Visitasi Akreditasi Selama Dua Hari

15 Oktober 2026 - 19:17

Kemendagri Buka Kanal “Reboan” untuk Kepala Daerah, Permudah Koordinasi hingga Tingkat Pusat

15 Oktober 2026 - 19:04

Trending di KABAR NUSANTARA