Bugul Kidul (Kabarpas.com) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial akan membantu melakukan pemulangan, untuk para pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang saat ini masih bertahan di padepokan Dimas Kanjeng tersebut.
Seperti diketahui, hingga kini masih banyak pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang masih bertahan di padepokan tersebut dengan mendirikan tenda. Mereka ini sebagian besar berasal dari luar daerah.
“Saat ini sedang dilakukan proses identifikasi di lapangan. Tentunya kami akan membantu mereka yang masuk kategori kurang mampu. Sehingga proses pemulangannya bisa diintegrasikan dengan program PSKBS,” kata Mensos Khofifah Indar Parawansa, saat ditemui usai meresmikan Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (E-Warong KUBE PKH) di Jalan Sunan Ampel, Kota Pasuruan, Sabtu (01/10/2016) petang.
Mensos Khofifah juga menyampaikan, selain akan dibantu pemulangannya, mereka juga akan mendapatkan bantuan jaminan hidup masing-masing yaitu senilai Rp 900 ribu/jiwa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jawa Timur dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Dan saat ini mereka masih terus mendata para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang masih bertahan di padepokan,” ujar perempuan yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU tersebut.
Seperti dikabarkan sebelumnya, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi ditangkap oleh pihak Polda Jawa Timur (Jatim). Ia berhasil ditangkap di dalam area padepokannya, yang beralamat di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Penangkapan itu menyusul setelah Taat Pribadi ditetapkan sebagai tersangka otak pembunuhan terhadap dua mantan pengikutnya. (abu avzalea).












