Kotaanyar (Kabarpas.com) – Sebuah pabrik pembuatan tahu rumahan milik warga di Dusun Watu Gajah, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo meledak. Akibat kejadian ini, empat orang mengalami luka-luka. Serta tujuh rumah warga setempat rusak.
Informasi yang dihimpun Kabarpas.com menyebutkan, saat itu Mustofa (36) sang pemilik rumah, sedang tidak ada di dalam rumahnya yang saban hari digunakan untuk memproduksi tahu. Meski begitu di rumahnya tersebut, terdapat sejumlah pekerjannya yang masih bekerja.
Nah, pada saat itu ada salah satu pekerjanya yang lupa untuk membuka penutup ketel tahu dari baja, berdiameter satu meter, dan setinggi dua meter. Akibatnya, uap yang tertampung dalam ketel itu, tertahan. Hingga akhirnya ketel tidak kuat lagi menahan tekanan, dan meledak. Bahkan, ketel itupun sampai terlontar sejauh tiga meter dari lokasinya semula.
“Belum jelas bagaimana mulanya, tiba-tiba ada ledakan. Saya kira suara petir yang menggelegar, tapi ternyata ketel itu yang meledak,” kata Shodiq salah satu warga sekitar kepada Kabarpas.com, saat ditemui di lokasi, Minggu (09/10/2016).
Tak hanya itu, ledakan ketel itupun, memporak porandakan rumah tersebut, sekaligus tiga rumah lainnya yang berdekatan dengan rumah naas tersebut. Sementara itu, empat korban luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat, RS Rizani Paiton.
Mereka adalah Yudi (24), Darmo Supandi (56), Suwarni (57), dan Sakdullah (27). Seluruhnya merupakan karyawan pabrik tahu yang baru berdiri sebulan terakhir ini. Kerugian material akibat insiden ini yaitu sekitar Rp 150 juta.
Beberapa saat kemudian, Satreskrim Polres Probolinggo, mendatangi lokasi kejadian. Ditemui di lokasi, Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Harianto Rantesalu mengatakan, dugaan sementara penyebab kejadian ini adalah akibat human error.
“Dugaan sementara ada salah satu karyawan home industry tahu ini, lupa membuka penutup ketel. Sehingga uap menumpuk, dan menyebabkan tekanan tinggi, hingga akhirnya ketel itu meledak,” pungkasnya. (sam/gus).

















