Gading (Kabarpas.com) – Pihak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) dari pangkalan Udara (Lanud) Abdurahman Saleh, Malang. Saat ini akan menyelidiki kemungkinan adanya oknum anggotanya yang terlibat dalam pengamanan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
Hal itu menyusul adanya informasi yang berkembang di masyarakat, yang menyebutkan bahwa pengamanan dipadepokan tersebut, selain berasal dari pengurus padepokan yang merupakan warga sipil, juga melibatkan oknum anggota TNI aktif, pensiunan, maupun pecatan TNI. Tak heran jika dari sembilan tersangka kasus pembunuhan yang didalangi Taat Pribadi itu, terdapat anggota TNI aktif, pensiunan, dan pecatan TNI.
“Kami akan selidiki sejauh mana keterlibatan anggota kami, apakah hanya sebatas sebagai pengikut atau juga misalnya terlibat pengamanan (di padepokan) yang dibayar,” kata Kepala Penerangan Lanud Abdurahman Saleh, Mayor Hamdi Londong Alu, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Senin (17/10/2016).
Perwira yang akrab disapa Londong itu mengatakan, sementara ada lima anggota TNI AU Lanud Abdurrahman Saleh yang terkait dengan aktivitas Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. “Salah satunya terlibat kasus pembunuhan dan empat lainnya kami anggap sebagai korban penipuan,” imbuhnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya,Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap oleh pihak Polda Jatim pada 22 September 2016 lalu. Ia ditangkap setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka otak pembunuhan terhadap dua mantan pengikutnya.
Pembunuhan itu dilakukan lantaran kedua korban mengancam akan membongkar seluruh kedok ajaran-ajaran menyimpang yang ada di dalam Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo tersebut. (ajo/tin).

















