Paiton (kabarpas) – Bank Indonesia (BI ) Malang melalui Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter, Jaka Setiawan meminta kepada masyarakat, agar jangan sampai terpengaruh dengan iming-iming uang yang melimpah seperti dijanjikan oleh Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Dusun Cengkelek Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Hal itu diungkapkan Jaka Setiawan dalam seminar sehari bersama Bank Indonesia, di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam (IAI) Nurul Jadid Paiton, Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, masyarakat jangan sampai tergiur dengan kekayaan yang instan.
“Kami melihatnya sebagai penerus bangsa, jangan sampai terpengaruh dengan yang menggiurkan. Sebaiknya, harus lebih banyak mengedapkan yang ilmiah. Sebab kami kira semuanya punya kaidah yang logis. Iming-iming kaitannya dengan uang sngat banyak,” katanya, Senin (17/10/2016).
Dalam melakukan penyelidikannya soal uang di padepokan Dimas Kanjeng tersebut, pihak Bank Indonesia sendiri sudah diminta untuk membantu penyidik Polda Jatim guna melakukan pengecekan uang milik Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu.
“BI sendiri sudah diminta untuk membantu penyidik. Disanalah, nantinya kami akan melakukan pengecekan sejumlah uang dengan laboratium yang ada,” ujar Jaka dalam acara seminar sehari di IAI Nurul Jadid, yang bertajuk Pengenalan Bank Indonesia dan Peranannya dalam Sektor Keuangan dan Moneter yang Efektif di Lingkungan. (sam/gus).

















