Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 11 Nov 2016

98 Anak Yatim di Ponpes Metal Dapat Akte Kelahiran


98 Anak Yatim di Ponpes Metal Dapat Akte Kelahiran Perbesar

Rejoso (Kabarpas.com) –  Sebanyak 98 anak yatim di Pondok Pesantren (Ponpes) Metal Moslim Al Hidayat, di Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan mendapatkan akte kelahiran. Puluhan anak yatim yang mendapatkan akte kelahiran ini merupakan anak-anak, yang selama ini belum diketahui secara jelas siapa orang tuanya.

“Dari pendataan yang ada, anak-anak yatim yang mendapatkan akte ini. Yakni mulai berusia 2 -15 tahun. Total terdapat 106 anak yatim yang akan mendapatkan akte ini. Namun, untuk saat ini baru 98 anak yang sudah terbit aktenya,” kata istri Bupati Pasuruan, Lulis Irsyad Yusuf, di sela-sela kunjungannya ke Ponpes Metal, Jumat (11/11/2016).

Dalam kunjungannya itu, Lulis Irsyad Yusuf yang juga Ketua Tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Pasuruan, didampingi oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskan, terbitnya akte lelahiran untuk 98 anak tanpa identitas orang tuanya tersebut, setelah dilakukan penerbitan berita acara pemeriksaan oleh pihak Kepolisian, sebagai dasar pihak yayasan untuk mengusulkan 106 anak yatim piatu itu ke pihak Dispendukcapil Kabupaten Pasuruan agar mendapatkan akte kelahiran. Hal itu dilakukan tak lain sebagai langkah hukum pihak yayasan untuk proses usulan akte tersebut.

“Upaya ini dilakukan karena PKK memandang perlu agar anak-anak yang tak berdosa ini, bisa mengenyam pendidikan ke depannya. Sebab kedua orang tua mereka tak diketahui rimbanya dan siapa ibu yang melahirkan mereka. Sehingga perlu adanya bantuan agar kelak masa depan anak-anak bangsa ini terjamin,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Selain itu, ia juga menambahkan jika kegiatan bakti sosial (Baksos) tim penggerak PKK ini, adalah sebagai wujud kepedulian PKK terhadap anak-anak yang masa depannya terancam suram, jika mereka tak memiliki identitas sebagai layaknya anak yang masih mempunyai kedua orang tua resmi.

“Bahkan dalam waktu dekat, kami juga akan menggelar kegiatan serupa pada sekitar 1000 anak tanpa identitas di Kabupaten Pasuruan. Dan kami berharap nanti berjalan lancar,” pungkasnya. (ajo/tin).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Insan Pers, Bersama Pacu Perlindungan Jutaan Pekerja Jawa Timur yang Belum Terkaver

25 Juni 2026 - 11:11

Kepesertaan JKN Sentuh 99,96 Persen, BPJS Kesehatan Pasuruan Fokus Kejar Target Keaktifan Kartu

25 Juni 2026 - 09:32

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Trending di Berita Pasuruan