Bangil (Kabarpas.com) – Untuk mengantisipasi aksi yang tak diinginkan dari suporter pendukung fanatik Persebaya (Bonek). Polres Pasuruan langsung mengambil langkah tegas dengan memberlakukan siaga I.
Apa yang dilakukan oleh Polres Pasuruan ini, menyusul atas kekecewaan para Bonek terhadap PSSI Jatim, yang tidak bisa menyuarakan aspirasi Bonek atau klub Persebaya dalam Kongres PSSI di Jakarta, sehingga berujung tidak dilibatkannya tim berjuluk bajul ijo ini dalam kompetisi musim mendatang.
“Menanggapi kekecewaan Bonek yang sampai sekarang belum berakhir. Tentunya hal itu perlu diantisipasi terjadinya aksi yang tak diinginkan oleh para suporter Bonek ini. Sebab di wilayah Pasuruan ini terdapat dua kelompok superter. Yang mana untuk di wilayah Pasuruan selatan identik dengan Arema. Sedangkan di wilayah Pasuruan utara identik dengan Bonek,” kata Kapolres Pasuruan, AKBP M Aldian kepada Kabarpas.com, Sabtu (12/11/2016).
Selain itu, Kapolres juga mengatakan bahwa untuk sementara ini, tugas pihaknya ialah tetap standby sambil memonitor melalui media mengenai situasi aksi demo di Surabaya.
“Antisipasi wilayah Pandaan-Gempol yang merupakan jalur utama menuju Surabaya, jangan sampai terjadi gesekan antar Supporter, kita monitor sama-sama perkembangan yang situasi yang ada di Surabaya,” ujar Kapolres.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya tetap pedoman Protap No. 1 tahun 2009 dalam pelaksanaan tugasnya tersebut. “Jangan sampai kita kalah aksi namun tetap imbangi, kita tunjukkan kinerja kita sebagai Aparat Negara hingga terasa di lingkungan masyarakat,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, ribuan suporter pendukung Persebaya (Bonek). Pada Kamis (10/11/2016) malam lalu menyegel kantor Asosiasi Provinsi PSSI Jatim yang berada di kawasan Jalan Kalikepiting Surabaya. (jon/sym).

















