Purworejo (Kabarpas.com) – Adanya kelompok tertentu yang hendak memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Membuat sejumlah tokoh lintas agama di Pasuruan, melakukan deklarasi cinta damai.
Acara deklarasi cinta damai ini, dilakukan bersamaan dengan apel kebhinekaan yang digelar di halaman Mapolres Pasuruan Kota, di Jalan Gajah Mada, kota setempat.
Hadir dalam acara ini, Wali Kota Pasuruan, Setiyono, Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Herlina, dan peserta apel yang terdiri dari puluhan orang yang merupakan perwakilan dari 6 agama. Di antaranya yaitu Islam, Kristen, Protestan, Konghucu, Hindu dan Budha. Serta sejumlah orang yang berasal dari forum komunikasi perlindungan masyarakat (FKPM), TNI dan Polri, Satpol PP, dan juga Linmas.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Pasuruan, Setiyono menyampaikan, pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan segenap unsur Forpimda dan tokoh masyarakat. Pertemuan itu ialah untuk membahas masalah kondusifitas di Kota Pasuruan.
Selain itu, orang nomor satu di Kota Pasuruan ini, juga mengajak masyarakat untuk sama-sama cooling down dan tidak mudah terpancing provokator-provokator yang mengancam keamanan daerah, khususnya di wilayah Kota Pasuruan.
“Kami bersyukur bahwa Kota Pasuruan aman dan kondusif. Meskipun beberapa waktu lalu ada sekitar 40 orang warga Kota yang ikut demo ke Jakarta. Namun, Kota Pasuruan mendapat apresiasi dari Polri, lantaran berhasil mengamankan daerah dari situasi yang tak kondusif,” kata Wali Kota Setiyono dalam sambutannya.
Untuk diketahui, terdapat 3 poin utama yang tertuang dalam deklarasi cinta damai tersebut. Pertama; meyakini dan melaksanakan pancasila sebagai dasar negara dalam wadah kebhinekaaan. Kedua; sebagai warga negara senantiasa menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia dengan saling menghargai sesama. Dan ketiga; selalu menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat sebagai potensi bangsa untuk mewujudkan kedamaian dan ketentraman. (ems/tin).

















