Panggungrejo (Kabarpas.com) – Maraknya aksi begal motor yang terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan, menimbulkan keprihatinan tersendiri dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pasuruan Raya.
Keprihatian mereka itu, dicurahkan dengan menggelar aksi demo di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dan DPRD kabupaten setempat, Selasa (15/11/2016).
Para mahasiswa ini datang dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di lokasi, mereka langsung membentangkan poster dan spanduk yang bernada kecaman terhadap Program Maslahat yang diluncurkan oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf. Mereka menyebut bahwa program Pasuruan Maslahat tersebut, tak sesuai dengan realita yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan saat ini.
“Mana katanya Kabupaten Pasuruan akan makmur dan sejahtera? Wong masih banyak warganya yang pengganguran. Dan begalnya di mana-mana,” teriak sejumlah mahasiswa PMII yang melakukan aksi demo tersebut.
Tak hanya itu, mereka mengaku kecewa dengan program Pasuruan Maslahat yang dianggapnya hanya bisa menghamburkan dana dengan program yang tidak merakyat. Bahkan, mereka juga menilai bahwa Bupati sering tampil berselfie dan tidak memikirkan rakyatnya sendiri yang menjadi korban begal.
“Saat ini kasus begal di wilayah Kabupaten Pasuruan makin merajalela. Sehingga masyarakat merasa tidak aman lagi. Karena Pasuruan sudah dikenal sebagai daerah ‘begal’. Apakah ini yang dinamakan maslahat?,” ujar Hadi Prasetyo, koordinator aksi saat berorasi.
Selain itu, para mahasiswa yang berasal dari sejumlah kampus di Pasuruan menilai, selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Irsyad Yusuf masih banyak masalah yang belum selesai. Di antaranya yaitu masalah banjir di Kraton yang belum juga teratasi. Serta kemiskinan di daerah timur.
“Selama ini pembangunan hanya lebih condong ke wilayah Pasuruan barat dan selatan. Sedangkan di wilayah timur kurang diperhatikan,” ucapnya.
Aksi demo mahasiswa PMII Pasuruan ini, mendapat pengawalan ketat dari puluhan petugas Polres Pasuruan Kota dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Dalam aksinya mereka hanya ditemui sejumlah SKPD. Di antaranya yaitu Kasatpol PP Anang Saiful Wijaya, Kadiskominfo, Saifuddin, Kadispertan, Ichwan, serta Asisten Pembangunan Pemkab Pasuruan, Abdul Munif
“Selama ini Pemkab Pasuruan sudah melakukan pembangunan secara merata. Dan untuk masalah banjir itu adalah rahmatan lil alamin jadi harus disyukuri, “ujar Munif dihadapan puluhan mahasiswa PMII tersebut. (ajo/tin).

















