Beji (Kabarpas.com) – Warga Dusun Ngampel,Desa Kedungring, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, digegerkan dengan ditemukannya mayat seorang pedagang bambu keliling. Mayat berjenis kelamin pria itu ditemukan di sebuah warung milik warga setempat.
Kabar ditemukannya mayat tersebut dalam waktu sekejap menyebar keseluruh warga, tak hayal ratusan warga desa setempat berbondong -bondong mendatangi TKP. Ratusan warga yang datang dan ingin melihat keberadaan mayat tersebut sempat dihalau oleh petugas dari Polsek Beji.
Sedangkan proses evakuasi terhadap mayat berjalan cukup lama hingga 2jam, hal ini dikarenakan pihak petugas Polsek Beji menunggu kedatangan ambulan milik Puskesmas Beji yang terjebak macet di jalan raya Surabaya-Pasuruan. Tepat pukul 10.00 jenazah korban dibawa ke RSUD Raci-Bangil oleh petugas.
Sementara itu, Ponadi Kepala Dusun Ngampel, Desa Kedungring mengatakan, mayat ini ditemukan dalam keadaan terjatuh dari amben.
“Awal mulanya Yanto warga setempat yang sedang bekerja merenovasi rumah, didatangi oleh seseorang dan mengatakan ada orang mati di warung depan bekas proyek Pertagas. Setelah itu Yanto melaporkan pada saya, selanjutnya bersama warga kami mendatangi warung milik Salim yang tutup tersebut. Kami dapati ada seorang lelaki parobaya dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas amben serta mulutnya mengeluarkan air liur banyak,” ujar Ponadi kepada Kabarpas.com, Rabu (30/11/2016).
Mendapati hal tersebut, Ponadi langsung menginformasikan pada Kepala Desa Kedungringin, Vicky Arianto yang kemudian diteruskan pada pihak Polsek Beji. Tak lama kemudian, polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi mayat. Petugas menemukan dompet yang berisi KTP, SIM, STNK serta handphone.
“Identitas mayat tersebut bernama Mistari (48) warga Dusun Sunberlanas Timur Rt02-Rw06, Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember,” ujar Kapolsek Beji Kompol Wagiran kepada Kabarpas.com, saat berada di TKP.
Menurut Wagiran, korban merupakan pedagang kerey bambu. Sebelum ditemukan meninggal pukul 08.00 WIB, sejumlah warga melihatnya berkeliling menjajakan dagangannya.
“Untuk dugaan sementara, korban meninggal dunia karena mengalami serangan jantung. Sebab kami tidak menemukan ada luka bekas penganiayaan pada tubuh korban,” jelas Wagiran kepada Kabarpas.com.
Mayat korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Bangil. Sedangkan barang-barang milik korban termasuk motor Honda Supra X nopol P 4403 SW beserta barang dagangan berupa kerey bambu, diamankan di mapolsek setempat.
“Informasi dari sejumlah masyarakat mengatakan bahwa korban selama ini indekos di wilayah Dusun Pandean,Desa Legok, Kecamatan Gempol,” pungkasnya.(sul/gus).

















