Purworejo (Kabarpas.com) – Ratusan pelamar pekerjaan sebagai tenaga medis di RSUD R. Soedarsono (Purut) Kota Pasuruan kecewa. Penyebabnya, lantaran pihak RSUD Purut mengaku kalau saat ini masih belum membuka lowongan kerja khususnya untuk pegawai BLUD tidak tetap.
“Saya nggak tahu mas kenapa lamaran saya disuruh bawa pulang lagi. Katanya pengumuman lokernya belum resmi,” kata Nur Laily kepada Kabarpas.com dengan raut wajah kecewa, usai mengantarkan lamarannya di RSUD R.Soedarsono, yang beralamat di Jalan. Dr. Wahidin No. 1-4, Kota Pasuruan.
Sepekan terakhir ini, memang sempat beredar di sosial media (Sosmed) terkait pengumuman pengadaan pegawai BLUD tidak tetap yang dikeluarkan pihak RSUD R. Soedarsono tertanggal 14 November 2016.
Dalam pengumuman itu disebutkan, kalau pihak RSUD Purut membutuhkan 230 tenaga kesehatan dan non kesehatan. Sayangnya, dalam lembaran tersebut belum dibubuhkan tanda tangan direksi dan juga belum ada registernya.
Untuk mengetahui kepastian dari informasi tersebut, wartawan Kabarpas.com mencoba berkunjung ke RSUD yang bertipe C tersebut, tampak tumpukan berkas lamaran yng dikirim via pos. Bahkan, petugas di lantai dua itu, dibikin sibuk harus merapikan tumpukan map lamaran yang sudah terkirim untuk dimasukkan dalam kantong plastik.
“Kalau dihitung-hitung dua ratus lebih ini jumlah pelamarnya,” ujar salah satu petugas di RSUD Purut, yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Menanggapi beredarnya info loker yang tidak bisa dipertanggungjawabka itu, Direktur Utama RSUD Soedarsono, Hendra Romadhon mengatakan, kalau pihaknya tidak dapat menyalahkan para pelamar tersebut. Namun, dia menyarankan pelamar seharusnya mengecek kebenarannya sebelum mengirimkan lamaran.
“Sebab dalam pengumuman itu dasar hukumnya masih kosong. Kemudian juga tidak ada tanda tangan direksinya,” tegasnya.
Kendati demikian, dia juga mengakui kalau pihaknya saat ini tengah meyusun perencanaan perekrutan tenaga di lingkungan rumah sakit. Karena di akhir Desember 2016 mendatang, ada sebanyak 260 tenaga medis non medis yang habis masa kontraknya. Untuk itu awal Januari nanti pihaknya akan membutuhkan sebanyak 242 tenaga medis dan non medis.
“Sedangkan untuk pengumuman loker yang beredar di Sosmed itu tidak benar. Sebab untuk loker yang dibutuhkan di rumah sakit ini akan diumumkan secara resmi melalui website kami dan koran,” pungkasnya. (ajo/gus).

















