Gadingrejo (Kabarpas.com) – Akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan sejak Senin (05/12/2016) siang, menyebabkan sungai Welang yang berada di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Pasuruan ini meluap. Kondisi ini membuat ribuan rumah yang berada di sekitar sungai Welang tersebut kembali terendam banjir.
Salah satu perkampungan warga yang menjadi daerah terparah pada banjir kali ini adalah di Dusun Karangasem, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Di tempat ini, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Namun, kendati demikian banjir kali ini tergolong biasa dibanding dengan banjir-banjir sebelumnya, yang selalu menyambangi perkampungan warga setempat.
“Air yang berasal dari sungai Welang mulai masuk ke sini sejak Senin sore. Tapi, alhamdulillah banjir kali ini masih biasa. Karena ini sudah mulai hampir surut, dan tidak separah banjir-banjir sebelumnya,” ujar Faruq (37), salah satu warga setempat kepada Kabarpas.com, Senin (05/12/2016) malam.
Meski demikian, ia berharap kepada pemerintah dan pihak terkait agar segera bertindak untuk mengatasi masalah banjir di daerah tempat tinggalnya, yang selama ini kerapkali disambangi banjir. Pasalnya, dalam kurun waktu 2016 sudah hampir 10 kali di tempat tinggalnya itu menjadi langganan banjir tersebut,
“Dari dulu dengar-dengarnya pemerintah maupun pihak terkait, katanya akan melakukan upaya untuk mengatasi banjir ini. Tapi, nyatanya sampai sekarang masih banjir juga. Semoga itu bukan hanya sekedar wacana namun segera ditindaklanjuti,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, pantauan Kabarpas.com di lokasi, sejumlah petugas SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan langsung tiba ke lokasi banjir, guna melakukan evakuasi kepada sejumlah warga yang terjebak banjir di rumahnya. (ajo/gus).

















