Probolinggo (Kabarpas.com) – Akibat hujan deras yang belakangan ini terus mengguyur kawasan wisata Gunung Bromo. Mempengaruhi tingkat hunian (okupansi) hotel yang ada di wilayah setempat. Pasalnya, hingga kini masih belum ada yang membayar uang muka ke hotel, untuk libur natal dan tahun baru nanti.
“Sampai sekarang masih belum ada yang berani memasang uang ke pihak hotel,” ujar ketua Paguyuban Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin.
Dirinya menduga, hal itu terjadi karena calon pengunjung khawatir dengan cuaca buruk, yang belakangan ini seringkali hujan dan berkabut. Sebab kondisi inilah yang membuat pengunjung tak bisa menikmati panorama matahari terbit (sunrise) ataupun matahari terbenam (sunset).
“Kekhawatiran lainnya adalah disebabkan dari akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo, yang rawan longsor dan menutupi badan jalan,” terangnya.
Selaian itu, ia juga mengatakan bahwa untuk momen libur sekolah pekan kedua Desember ini, berbeda dengan liburan natal dan tahun baru. Sebab untuk kali ini, okupansi hotel di kawasan Bromo berkisar antara 75 sampai 80 persen. Terutama antara tanggal 10-19 Desember mendatang.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa di Probolinggo, ada 14 hotel dengan total kamar sebanyak 494 buah yang mampu menampung hingga 1.050 pengunjung. Selain itu, bagi pengunjung yang tak kebagian kamar hotel atau berbekal cekak, bisa memesan home stay,” pungkasnya. (sam/sym).

















