Sukapura (Kabarpas.com) – Para wisatawan yang hendak ke Kawah Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura menuju Probolinggo yang bersatus waspada terus menggeliat. Pasalnya, beberapa hari terakhir terjadi lontaran material vulkanik di radius 1 kilometer dari bibir kawah.
Hal itu di jelaskan oleh Babinsa Ngadisari, Koramil Sukapura Kodim 0820 Probolinggo, Serma Nurhuda Dodik. Menurutnya, pihaknya menemukan material baru yang dilontarkan dari dalam kawah Gunung Bromo.
“Kami pastikan itu material baru karena masih terlihat bersih belum bercampur debu, itu di lontarkan dari dalam Bibir Kawah,” ujar Babinsa Desa Ngadisari Serma Nurhuda Dodik kepada Kabarpas.com, Rabu (14/12/2016).
Dijelaskan, lontaran material itu ditemukan pada Senin (12/12/2016) sekitar pukul 05.30, yakni terjadi lontaran material berupa bola api naik ke atas seperti berputar menyala merah. Material ini terlontar bersamaan dengan asap yang naik dari kawah Gunung Bromo. Lontaran itu kemudian menyebar ke beberapa titik namun berwarna merah, ungu, biru dan beberapa warna yang lain.
“Sekitar setengah jam kemudian saya bersama warga kemudian menuju lokasi kawasan naik sekeliling kawah sampai ke puncak kawah gunung Bromo, dan mendapati beberapa bebatuan yang baru terlontar itu,” ujarnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, dari hasil pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pengamatan Gunung Bromo, lontaran material tersebut tidak teramati. Karena kondisi di sekitar Gunung Bromo yang mempunyai ketinggian 2329 mdpl, sedang terjadi hujan. Sementara tremor dengan amplitudo maksimal (amax) antara 0.5-6 mm, dominan 1 mm.
“Erupsi Gunung Bromo belum stabil, karenanya masyarakat dan wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif. Sebab sewaktu-waktu terjadi lontaran material dari dalam kawah yang membahayakan keselamatan manusia,” pungkas salah satu pengamat gunungapi Bromo Nur Hidayat. (sam/gus).

















