Sumberasih (Kabarpas.com) – Hingga kini pembebasan lahan untuk pembangunan tol Pasuruan – Probolinggo (Pas – pro) sudah sampai di Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo. Meski demikian, di wilayah tersebut sampai saat ini masih tinggal 10 persen lahan yang sulit untuk dibebaskan.
“Untuk pembebasan lahan di kawasan ini hampir secara keseluruhan tidak ada permasalahan yang berarti. Hanya saja memang ada beberapa yang terkendala dan sulit untuk dibebaskan sekarang,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Pas-Pro, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Agus Minarno kepada Kabarpas.com.
Dijelaskan, kendala itu berasal dari beberapa tanah sengketa. Yakni, tanah yang dimiliki orang banyak alias tanah warisan. Meski begitu, pihaknya tetap yakin itu bisa terselesaikan sebelum tahun baru nanti. “Jumlahnya pun tidak sebegitu banyak juga. Yang penting mayoritas warga sudah sepakat melepas tanahnya demi kepentingan umum,” imbuhnya.
Selain itu, Agus mengatakan, pihaknya memiliki waktu kurang lebih 10 hari untuk membebaskan lahan milik warga di Probolinggo. Yakni, dideadline terakhir sampai tanggal 25 Desember mendatang. Sebab, jika sampai melebihi itu, maka anggaran dari pusat akan ditarik dan proyek pembebasan dibatalkan.
“Ada empat wilayah yang harus dibebaskan, yaitu di Desa Sumberbendo, Winongan, Muneng, dan Wringinanom. Kami akan kerja lembur ini untuk memenuhi target,” tandasnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Camat Sumberasih Ugas Irwanto menambahkan, untuk di wilayahnya ada empat desa yang terdampak pembebasan lahan untuk pembangunan tol. Khusus di Desa Muneng Kidul, ada sekitar 10 persen lahan yang belum bisa dibebaskan karena faktor gono – gini ahli warisnya. “Kami akan mencoba membantu untuk menyelesaikannya agar semuanya berjalan lancar,” imbuhnya.
Untuk sekedar diketahui, tol Paspro ini rencananya akan dibangun dengan panjang 31,30 Kilometer (Km). Pembangunanya ada tiga sesi, yakni sesi satu, dua dan tiga. Untuk sesi satu, nantinya akan melewati Grati – Nguling sepanjang 8 km. Sesi dua, perbatasan Nguling, Pasuruan – Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 Km.
Sedangkan pada sesi tiga akan melewati Sumberasih – Leces sepanjang 17,30 km. Tol ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 271 hektar dan atau sekitar 3000 bidang. Nantinya, akan ada tiga simpang susun yakni Tongas, simpang susun Probolinggo Barat, Simpang Susun Leces. (sam/tin).

















