Panggungrejo (Kabarpas.com) – Pemerintah Kota Pasuruan tampaknya harus bertindak tegas, untuk menertibkan para pengendara becak wisata yang ugal-ugalan. Pasalnya, diduga akibat pengemudi becak wisata yang ugal-ugalan, dua peziarah makam KH Abdul Hamid meninggal dunia di tengah jalan. Itu setelah becak wisata yang ditumpangi kedua peziarah ini oleng dan terguling usai menabrak fondasi tiang listrik.
Bahkan, kecelakaan ini tak cukup sampai di situ. Sebab pada saat bersamaan melaju sebuah truk gandeng yang kemudian langsung melindas kedua peziarah yang menjadi penumpang becak wisata itu hingga tewas di tempat.
Dua orang peziarah yang naas tersebut yaitu bernama Enis Farichah, (32), dan Risvan (5). Kedua korban yang merupakan ibu dan anak ini, adalah warga Desa Kedungmulyo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com menyebutkan, peristiwa kecelakaan ini terjadi pada Sabtu (04/02/2017) malam. Saat itu becak wisata Kota Pasuruan tengah mengantar dua orang penumpang yang akan berziarah ke Makam KH. Hamid di areal Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan.
Namun, naas becak yang ditumpangi kedua jamaah ini mengalami kecelakaan di tengah jalan. Hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengendara becak wisata yang diketahui bernama Kusnadi warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan hanya mengalami luka lecet di punggungnya.
“Menurut keterangan saksi mata, saat itu pengemudi becak tersebut sedang ugal-ugalan dan kurang berhati-hati di jalan. Sehingga akhirnya mengalami kecelakaan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kanitlaka lantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Ahmad Jayadi kepada Kabarpas.com, Minggu (05/02/2017) pagi.
Kini kasus kecelakaan ini, sudah ditangani oleh pihak Satlantas Polres Pasuruan Kota. Untuk pengemudi becak wisata dan sopir truk gandeng sudah diamankan petugas kepolisan beserta dengan becak dan truk gandeng tersebut. Kedua kendaraan ini diamankan sebagai barang bukti. (jon/sym).

















