Reporter: Zakariah
Editor: Titin Sukmawati
____________________________________________________________
Bangil (Kabarpas.com) – Puluhan massa Ansor dan Banser Bangil menurunkan secara paksa sebuah baliho berukuran besar, yang terletak di sisi utara Masjid Manarul Bangil, Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Hal itu dilakukan lantaran pihak Banser Bangil menganggap tata letak pemasangan gambar salah satu ulama yang ada di dalam baliho tersebut kurang begitu tepat.
Pantauan Kabarpas.com, pada saat puluhan massa dari GP Ansor dan Banser Bangil tersebut hendak menurunkan baliho, sempat mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang mengaku berasal dari Ar-Riyadh. Mereka meminta kepada massa Ansor dan Banser agar tidak semena-mena menurunkan baliho tersebut.
Menurut Ketua GP Ansor Bangil Saad Muafi, saat ditemui Kabarpas.com di lokasi mengatakan, pihaknya sebagai warga NU merasa terhina atas pemasangan salah satu ulama yang ada di dalam baliho tersebut. Pasalnya, foto ulama yang diketahui adalah gambar Habib Rizieq Shihab itu, dipasang berukuran besar dan berada di atasnya foto KH Fuad Amien yang merupakan Rois Aam PBNU.
“KH.Fuad Amien adalah ulama panutan warga NU seluruh Indonesia. Dan kami selaku warga NU sangat menghormati beliau. Sebelum kami menurunkan paksa baliho tersebut, terlebih dahulu meminta secara musyawarah pada pemasang. Akan tetapi, kami hanya dijanjikan saja selama tiga hari lalu, dan saat pihak Satpol PP akan menurunkan juga dihalangi oleh massa pemasang,” ungkap putra ketua Muslimat NU Bangil, Hj.Anisah Syakur tersebut kepada Kabarpas.com, Kamis (02/03/2017) sore.
Menurutnya, ulama NU jangan diseret-seret dalam urusan politis. Hal ini karena PB NU sudah menentukan arah kebijakan agar seluruh warga NU menyerahkan semua permasalahan hukum yang akhir- akhir ini mencuat, yakni diselesaikan sesuai aturan hukum positif di Negara Indonesia.
“Satu lagi yang perlu diketahui kami warga NU Bangil khususnya GP Ansor dan Banser NU Bangil akan bertanggung jawab penuh atas penurunan paksa baliho yang dipasang ini. Baliho tersebut akan kami serahkan pada pihak petugas Polsek Bangil,” pungkas Gus Magrib sapaan akrab Saad Muafi. (zak/tin).

















