Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 9 Mar 2017

Awas, Mulai Beredar Cabai Busuk yanng Dijual di Pasar Tradisional


Awas, Mulai Beredar Cabai Busuk yanng Dijual di Pasar Tradisional Perbesar

Reporter: Ajo

Editor: Agus Hariyanto

____________________________________________________________

Bangil (Kabarpas.com) – Bagi ibu-ibu yang suka belanja di pasar tradisional, sepertinya harus lebih jeli lagi pada saat membeli cabai. Pasalnya, sejak sepekan terakhir ini mulai beredar di pasar tradisional cabai yang dijual dalam kondisi sudah busuk dan tak layak dikonsumsi.

Saat ini kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan. Untuk itu, mereka meminta pada masyarakat agar supaya waspada dan memperhatikan kwalitasnya dan jangan asal beli meski harganya murah dan mudah didapatkan.

“Tim pengawas Disperindag Kabupaten Pasuruan, menemukan mulai beredarnya cabai rawit import busuk itu pada Selasa (07/03/2017) malam. Itu kami temukan di dua pasar tradisonal. Yakni, di Pasar Bangil dan Pasar Pandaan,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Edi Suwanto kepada Kabarpas.com, Rabu (08/03/2017).

Dijelaskan, untuk di Pasar Pandaan diketahui terdapat empat pedagang dan di Pasar Bangil hanya satu pedagang yang menjual cabai rawit import yang diduga berasal dari India dan Tiongkok.

“Mereka (pedagang.red) ini mengaku didatangi suplayer dan ditawari untuk membeli cabai rawit import itu, kondisinya tidak menggairahkan. Harga dari suplayer antara Rp 40 ribu hingga 60 ribu setiap kilonya,” terangnya kepada Kabarpas.com.

Menurutnya, kondisi cabai rawit import yang dipasok suplayer ke pedagang itu, bentuk dan ukurannya seperti cabai merah. Tapi warnanya pucat dan banyak ditemui warna kehitam-hitaman yang menunjukkan cabai itu sudah busuk. Agar busuknya tersamarkan, cabai sepertinya sengaja dikeringkan.

“Dari harga kulak sebesar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu, pedagang menjual kembali ke masyarakat dengan harga antara Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu,” pungkasnya. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Insan Pers, Bersama Pacu Perlindungan Jutaan Pekerja Jawa Timur yang Belum Terkaver

25 Juni 2026 - 11:11

Kepesertaan JKN Sentuh 99,96 Persen, BPJS Kesehatan Pasuruan Fokus Kejar Target Keaktifan Kartu

25 Juni 2026 - 09:32

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Trending di Berita Pasuruan