Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 1 Mei 2017

Pemkab Probolinggo Akan Tanam Tembakau di Lahan Seluas 10.774 Hektar


Pemkab Probolinggo Akan Tanam Tembakau di Lahan Seluas 10.774 Hektar Perbesar

Reporter : Syamsul Hidayat

Editor: Agus Hartant

__________________________________________

Dringu (Kabarpas.com) — Rencana areal tanam tembakau masa tanam tahun 2017 sama dengan tahun 2016 seluas 10.774 hektar. Dengan asumsi kebutuhan bahan baku tembakau sebesar 12.929 ton dan asumsi produktivitas 1,2 ton/Ha.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Ashari.

“Mengingat musim yang belum bisa diprediksi dan animo petani untuk menanam tembakau mengalami penurunan, maka rencana tanam tembakau tahun 2017 sama dengan rencana areal tanam tembakau tahun 2016 sebesar 10.774 hektar,” katanya kepada Kabarpas.com, Senin (01/05/2017).

Menurut Hasyim, areal tembakau ini berada di 7 kecamatan potensi tembakau Paiton VO meliputi Paiton seluas 1.943 hektar, Kotaanyar seluas 1.544 hektar, Pakuniran seluas 1.490 hektar, Besuk seluas 2.188 hektar, Gading seluas 299 hektar, Krejengan seluas 2.200 hektar dan Kraksaan seluas 1.110 hektar. Sehingga totalnya mencapai 10.774 hektar.

“Waktu tanam tembakau hendaknya dilakukan mulai akhir Mei sampai dengan akhir Juni 2017 sehingga didapatkan mutu tembakau yang sangat bagus. Petani harus memilih bibit yang murni dan sehat,” jelasnya kepada Kabarpas.com.

Lebih lanjut Hasyim mengharapkan agar supaya petani tidak berlomba-lomba menanam tembakau. “Hal ini penting supaya realisasi areal tidak melebihi rencana tanam untuk menunjang kestabilan harga,” imbuhnya.

Rencananya, areal tanam tembakau ini akan disosialisasikan kepada seluruh petani tembakau pada 10 Mei mendatang di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan. Sosialisasi yang akan dibuka oleh Bupati Pobolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, didampingi Forkopimda ini akan diikuti oleh seluruh ratusan peserta mulai dari petani hingga instansi terkait.

“Sosialisasi ini sangat penting agar penanaman tembakau hanya dilaksanakan pada areal potensi tembakau yang telah dialokasikan. Tujuannya sebagai pengendalian luas areal tembakau untuk meminimalisir terjadi kelebihan produksi serta sebagai upaya antisipasi terhadap permasalahan pemasaran tembakau yang terjadi akibat kelebihan produksi,” ungkapnya. (sam/gus).

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA