Oleh: Mukhammad Lutfi
Sangat boleh jadi aku tersesat
Tersesat entah ke mana
Saat tersesat pun kadang aku kekeh
Kekeh bahwa aku tak tersesat
Seiring berjalannya waktu aku sadar kalau aku tersesat
Mungkin saat tersesat itu aku butuh agama
Agama sebagai jalan
Jalan menuju-Mu
Karena agama adalah jalan bukan tujuan
Hakikatnya Engkaulah tujuanku
Iya Engkaulah tujuan sebenarnya wahai Tuhanku
Tuhan maafkan hambamu ini
Layaknya jalan raya
Kadang di persimpangan jalan kutemui penghalang
Penghalang jalan berupa baliho-baliho besar
Baliho iklan maupun foto mereka yang maju dalam pemilihan
Yang kemudian menghalangi rambu perlintasan
Tuhan mafkan hambamu ini
Layaknya pengguna jalan
Kadang aku tersesat dalam menggapai tujuan
Kadang aku terjatuh di gubangan saat perjalanan
Kadang pandanganku terhalang oleh baliho besar saat di simpang
Kadang aku juga ugal-ugalan
Tuhan maafkan aku jika salah tempuh jalan
Sesungguhnya tujuanku hanya Engkau wahai Tuhan
___________________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.

















