Reporter: Fair Cholis
Editor: Memey
___________________________________
Malang (Kabarpas.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tidak sedikit warga Malang Raya yang pulang ke daerahnya masing-masing. Banyak diantaranya yang memilih mudik dengan menggunakan transportasi bus.
Guna mendata jumlah pemudik yang menggunakan transportasi bis, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Polres Malang Kota mengadakan pemeriksaan kesehatan, salah satunya dengan tes urin kepada sejumlah sopir bus dan angkutan umum.
AKP Bambang Sugiharto, Kepala BNN Kota Malang mengatakan, jika kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan BNN Kota Malang dalam menggelorakan semangat Hari Anti Narkotika Internasional yang akan diperingati pada tanggal 26 Juni mendatang.
“Sebentar lagikan kita memperingati Hari Anti Narkotika Internasional dan ini merupakan rangkaian acara dari BNN Kota Malang untuk menggelorakan semangat anti narkoba, apalagi momen jelang lebaran banyak pemudik. Jadi sasaran kita ke sopir bis dan angkutan umum untuk mengantisipasi adanya sopir yang menggunakan obat-obatan,” jelas Bambang usai melakukan tes kesehatan kepada sopir bis, Jumat (23/06/2017).
Tes kesehatan yang digelar di Terminal Arjosari ini dilakukan selama dua hari, yakni mulai hari Kamis (22/06/2017) kemarin hingga hari Jumat (23/06/2017) ini.
“Kegiatan dilaksanakn selama dua hari dengan implementasi kerjasama antara BNN Kota Malang dengan senkom binaan Polri yang berupa pendirian pos pengamanan arus mudik,” terangnya kepada Kabarpas.com biro Malang.
Sementara hasil tes urin pada hari Kamis lalu, menyatakan jika 23 supir bus tidak mengkonsumsi narkoba.
“Alhamdulillah hasil kemarin 23 sopir negatif obat-obatan terlarang. Semoga sopir diwilayah Jawatimur terbebas dari penyalagunaan narkoba dan para penumpang lebih nyaman dalam perjalanan mudik,” tutupnya. (lis/mey).

















