Reporter: Hari Purnomo
Editor: Memey
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Utamakan keselamatan wisatawan, Syahbandar Kelas III Ketapang, Banyuwangi, tekankan seluruh pengelola wisata kapal tradisional menyediakan life jacket. Jika hal tersebut diabaiakan, Syahbandar tidak segan-segan, untuk tidak mengeluarkan ijin berlayar pada pengelola.
Ispriyanto selaku Syahbandar Kelas III Ketapang mengatakan, di seluruh wisata pantai yang ada di sekitar Ketapang, tidak hanya penumpang kapal tradisoanal atau kapal wisata yang diwajibkan menggunakan life jacket, melainakan para wisatawan yang hanya renang di pantai pun juga di wajibkan menggunakan jaket keselamatan.
“Karena keselamatan saat berlayar sangat diutamakan dan ini merupakan intruksi langsung oleh Dirjen Perhubungan Laut. Disamping itu Kementerian Perhubungan Republik Indonesua juga mewajibkan penggunaan jaket keselamatan bagi penumpang kapal nelayan tradisional di seluruh tempat-tempat wisata pantai,” tegas Ispriyanto kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi saat berada di Rumah Apung, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Ispriyanto menambahakan, setidaknya ada ratusan wisatawan dari berbagai daerah, yang berkunjung di wisata pantai sekitar Ketapang, selalu mendapatakan sosialisai dari Syahbandar maupaun petugas pengelola wisata untuk menggunakan life jacjket ketika menaiki kapal.
“Mereka yang hendak ke Pulau Tabuhan menggunakan jasa angkutan kapal tradisional nelayanpun, juga tak luput menjadi target sosialisasi kita,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Husin salah satu pemilik kapal wisata mengaku, sangat terbantu dengan adanya sosialisasi yang dilakukan kepada wisatawan oleh Syahbandar Kelas III Ketapang terkait keselamatan saat berlayar.
“Apalagi kita sangat terbantu ketika diberikan life jacket atau jaket keselamatan secara gratis oleh Syahbandar,” ucapanya kepada Kabarpas.com.
Di tempat yang sama, Nova juga mengatakan, sangat merespon positif apa yang dilakukan oleh Syahbandar Ketapang. Dengan selalu memberikan sosialisasi seperti ini, lanjut Nova, wisatawan tidak takut lagi ketika naik di kapal tradisional nelayan maupaun mandi di pantai.
“Apalagi setiap pengelola wisata mauapun kapal tradisional nelayan mewajibkan wisatawan memakai pelampung,” pungkasnya. (har/mey).

















