Reporter: Hari Purnomo
Editor: Memey Mega:
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Aktivitas bongkar muat klinker di pelabuhan Tanjung Wangi Ketapang Banyuwangi, menyumbang polusi udara yang cukup besar. Debu akibat aktivitas bongkar muat tersebut beterbangan dan mengganggu aktivitas warga hingga puluhan kilometer.
Aktivis ingkungan hidup, Amir Makruf Khan mengungkapkan, kondisi udara di Desa Ketapang Kalipuro Banyuwangi sudah masuk level bahaya, menurutnya, kesimpulan tersebut setelah pihaknya mengamati bongkar muat baik klinker ataupun semen sangat berdampak dan berbahaya sekali bagi masyarakat dan mahluk hidup lainya.
“Debu klinker ataupun semen yang dihasilkan dari aktivitas bongkar muat, dengan mata telanjang bisa terlihat. Ini sangat membahayakan. Hingga jarak 2 kilometer masih terdampak dan masuk level bahaya,” kata Amir kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi.
Untuk antisipasi awal, dirinya menyarankan warga yang beraktivitas di wilayah terdampak debu menggunakan masker. Masker yang digunakanpun diharapkan bertipe N95 sehingga bisa menahan partikel debu semen, yang tak bisa ditangkal masker biasa.
Amir meminta kepada perusahaan maupun pihak Pelindo III dan KSOP Tanjung Wangi, meminta untuk membuktikan jika aktivitas yang berada di wilayahnya tidak berdampak ke masyarakat.
Menurutnya, jika pihak Pelindo atau pihak terkait lainnya tidak mau disalahkan dalam masalah ini, buktikan bahwa permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat bukan bersumber dari aktivitas bongkar muat yang berada di kawasan pelabuhan tanjung wangi.
Sementara itu, saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Kepala KSOP Tanjung Wangi, Ugan sugiana malah melemparkan jawaban kepada staffnya. “Terkait masalah diatas mohon hubungi Pak Bagio Kasi Lalulintas dan Pelabuhan,” jawabnya singkat. (har/mey).

















