Oleh: Prof Abd Haris Al Muhasibi, (Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur).
Tebuireng.
Pesantren ortodoxi.
Dengan pengasuh Kiyai Hasyim Asy’ari.
Guru Besar Hadis yang tak tertandingi.
Sangat dan amat hati-hati dalam interpretasi.
Penjaga paham Islam sunni.
Bahrul Ulum.
Pesantren fiqhus siyasi.
Tokoh kiyai Wahab Hasbullah yang suka inovasi.
Ahli fikih politik yang sulit disaingi.
Selalu saja bisa memberi solusi persoalan di negeri.
Menjadi rujukan bagi Soekarno jika terjadi kontroversi.
Manbaul Ma’arif.
Pesantren fiqhus sunni.
Diasuh kiyai Bisri Sansuri.
Seorang ahli fikih sangat kukuh dan teliti.
Penjaga kebiasaan dan tradisi sunni.
Tegas dan bijak dengan kukuh dengan argumentasi.
Darul Ulum.
Pesantren bagi calon sufi.
Diasuh dan dibimbing kiyai Romli.
Seorang sufi dengan thariqat naqsabandi.
Pendidikan dengan mistisime sebagai pondasi.
Sekarang lebih tampak berubah tanpa henti.
Empat pilar pesantren.
Menjadi unique yang lahirkan pahlawan.
Para pejuang yang terus menjadi panutan.
Bukan hanya punya wawasan keagamaan.
Tetapi juga membangun pondasi kebangsaan.
___________________________________
*Setiap Minggu Kabarpas.com memuat rubrik khusus “Nyastra”. Bagi Anda yang memiliki karya sastra, baik berupa cerita bersambung (cerbung), cerpen maupun puisi. Bisa dikirim langsung ke email kami: redaksikabarpas@gmail.com.

















