Reporter: Habib Mustofa
Editor: Memey Mega
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Sudah tiga hari ini Banyuwangi diguyur hujan. Pastinya cuaca ini sedikit mengganggu aktifitas warga kota Gandrung, karena tidak bisa bebas beraktifas di luar rumah.
Padahal awal Juli seharusnya sudah memasuki musim kemarau, namun faktaya hujan masih terus turun.
Lambatnya musim kemarau rupanya tidak terjadi di Banyuwangi saja, namun juga terjadi di tiga Kabupaten wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur.
Seperti yang dikatakan Hustoto Prakirawan BMKG Kelas III Banyuwangi, kejadian hujan dengan insentitas sedang maupun deras ini tidak terjadi di Kabupaten Banyuwamgi saja, melainkan juga terjadi di Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Situbondo.
“Ini diakibatkan suhu muka laut di perairan Indonesia yang panas, sehingga mengakibatkan uap air dan membentuk awan hujan,” ucapnya kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi.
Hustoto menambahkan, selain itu keterlambatan cuaca ini juga berdampak pada ketinggian gelombang di perairan selat Bali.
“Untuk saat ini di penyebrangam Ketapang-Gilimanuk ketinggian gelombang mencapai 1,3 meter, namun untuk beberapa hari kedepan bisa mencapai 2 Meter,” tutup Hustoto. (bib/mey).

















