Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 11 Jul 2017

Anak Tak Diterima PPDB, Warga Sidokepung Demo SMPN 2 Buduran


Anak Tak Diterima PPDB, Warga Sidokepung Demo  SMPN 2 Buduran Perbesar

Reporter: Kholid Andika

Editor: Memey Mega

___________________________________

Sidoarjo (Kabarpas.com) – Tak terima dengan hasil pendaftaran peserta didik baru (PPDB), warga Sidokepung, Kecamatan Buduran Sidoarjo melurug ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2  Buduran Sidoarjo, Selasa (11/07/2017).

Warga menuntut agar pihak sekolah menerima anaknya yang merupakan warga setempat. Warga juga mengancam akan menggembok pintu gerbang dengan rantai besi jika tuntutan warga tidak dilaksanakan.

Tak hanya orang tua atau wali murid, anak-anak yang tidak diterima di sekolah tersebut juga ikut melakukan aksi unjuk rasa.

Dengan membawa sejumlah atribut tuntutan, 3 warga dan anak-anak juga melakukan orasi. Warga menilai bahwa pihak sekolah tidak transparan dalam menerima peserta didik baru.

Warga meminta agar pihak sekolah menerima anak-anak lulusan Sekolah Dasar (SD) Sidokepung yang merupakan warga setempat. Pasalnya, tanah yang dibangun sekolah ini merupakan tanah gogol atau tanah milik warga yang dijual kepada pihak sekolah.

“Kami masih ingat waktu tanah ini mau dibangun sekolah. Kami minta pihak sekolah menerima anak cucu warga Sidokepung. Jika tuntutan kami tidak dilaksanakan, akan ada demo susulan yang lebih besar dan pintu gerbang akan kami gembong menggunakan rantai,” kata Suki koordinator aksi kepada Kabarpas.com biro Sidoarjo.

Sementara itu, menurut Tirto Adi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, pihak sekolah sebetulnnya sudah menyiapkan 8 bangku kosong untuk warga setempat. Namun karena belum memenuhi persyaratan, sehingga calon peserta didik baru belum bisa diterima di SMPN 2 Buduran.

“Bangku yang kosong dan sedikit ini, sebelumnya bisa dikordinasikan dengan kepala desa dan kepala sekolah. Laporan yang sudah masuk ke Dinas Pendidikan adalah laporan yang sudah matang. Tidak ada presentase jalur lingkungan, tapi tergantung bangku kosong yang tersedia. Bangku kosong ada 8 dan sudah diisi oleh warga,” ujar Tirto.

Untuk menghindari aksi anarkis, sejumlah polisi laki-laki dan polisi wanita berjaga ketat di depan pintu gerbang sekolah. Dengan adanya aksi unjuk rasa ini, jalan raya Sidokepung macet karena banyak pengendara yang ingin melihat aksi demo tersebut. (lid/mey).

Artikel ini telah dibaca 214 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA