Reporter: Hari Purnomo
Editor: Memey Mega
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Cuaca di Selat Bali mulai mengganggu aktivitas penyeberangan. Hujan lebat yang terus menerus mengganggu jalur pelayaran kapal Ferry di Ketapang – Gilimanuk, membuat aktifitas pelayaran terpaksa harus ditutup.
Penutupan dimulai dari jam 16.50 WIB. Hal tersebut dikarenakan hujan dan jarak pandang sekitar 500 meter sudah tidak bisa terlihat karena kabut yang tebal.
”Hujan lebat menyebabkan kabut, sehingga menganggu jarak pandang nakhoda. Penyeberangan sempat kita tunda sekitar 87 menit,” ungkap perwira jaga UPP Ketapang, Fenddy S kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi, Rabu (12/07/2017).
Ditambahkan, hujan mulai mengguyur Selat Bali menjelang sore hari, dengan intensitas yang cukup lebat. Meski tak disertai angin, hujan lebat memicu kabut di perairan.
”Jarak pandang terganggu, yang normalnya sekitar 200 meter, akibat hujan jarak pandang menyusut,” jelasnya.
Jika kapal tetap dipaksakan berlayar, lanjut Fenddy, akan sangat berbahaya bagi para nakhoda. Sehingga, seluruh kapal diminta menepi. Mereka tak diberikan izin berlayar selama cuaca belum membaik. “Jarak pandang yang terganggu ini dikhawatirkan bisa memicu kecelakaan laut. Salah satunya, tabrakan kapal,” tutupnya. (har/mey).

















